Begini Cara Cegah Korupsi Pengelolaan Keuangan Negara ala Sri Mulyani

Begini Cara Cegah Korupsi Pengelolaan Keuangan Negara ala Sri Mulyani
Sri Mulyani

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan sejumlah cara yang ditempuh Kementerian Keuangan untuk mencegah terjadinya korupsi terkait pengelolaan negara, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

"Kita semua tahu bahwa mencegah korupsi di dalam pengelolaan keuangan negara memerlukan seluruh elemen," kata Sri Mulyani dalam acara pembukaan Anti-Corruption Summit 4 yang ditayangkan akun Youtube KPK.

Sri Mulyani mengatakan, salah satu yang perlu dibenahi untuk mencegah korupsi adalah sektor sumber daya manusia dengan menginternalisasi nilai-nilai positif.

Nilai-nilai yang dimaksud adalah tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Selain itu, publik juga perlu diedukasi tentang tugas, fungsi, dan peran keuangan negara.

"Kami melakukan edukasi secara luar biasa, melalui berbagai saluran media, baik TV, koran, media sosial, dan bahkan kami melakukan lomba olimpiade APBN dan membuat video sampai ke tempat ke level SMP," kata Sri Mulyani.

Kementerian Keuangan, lanjut Sri Mulyani, juga telah meningkatkan pengawasan dengan menggandeng lembaga auditor, aparat pengawas internal, serta aparat penegak hukum.

"Institusi BPKP sebagai internal audit pemerintah dan BPK sebagai external audit yang independen, dengan aparat penegak hukum maupun KPK juga dilakukan kerja sama," kata Sri Mulyani.

Terakhir, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan, teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mengelola keuangan negara dan mencegah korupsi. Ia menyebut, berbagai transaksi telah dilakukan secara digital untuk mengurangi kemungkinan kebocoran atau terjadinya korupsi.

"Ini tentu tidak sempurna karena apapun yang kita lakukan pasti kita menghadapi mereka yang tetap tergoda untuk melakukan kegiatan yang tidak terpuji seperti korupsi," kata dia.

Oleh karena itu, ia menyebut Kementerian Keuangan terus bersinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum. Kerja sama itu dilakukan secara informal maupun formal dengan dilandasi pada nota kesepahaman.

Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus menjaga dan mengawal keaungan negara, khususnya di tengah masa pandemi.

"Saya rasa saya melihat situasi krisis ini yang extra ordinary adalah semangat dari seluruh kementerian lembaga dan aparat penegak hukum untuk sama-sama mengawal," ujar Sri Mulyani.