Beda dengan Jakarta, Emil Pilih Tetapkan PSBM di Bodebek

Beda dengan Jakarta, Emil Pilih Tetapkan PSBM di Bodebek
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil konferensi pers di Kantor Bupati Bekasi, Jumat (4/9/2020). (Foto/warta kota)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemda mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 443/134/Hukham tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan corona COVID-19. Surat tersebut ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Sabtu (12/9).

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, SE tersebut dikeluarkan karena adanya lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DKI Jakarta dan wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi).

Dengan keluarnya SE itu, ia berharap kewaspadaan di semua wilayah di Jabar meningkat. 

Selain itu, bupati/wali kota diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jabar efektif dalam menekan angka penyebaran kasus COVID-19," kata Daud, Minggu (13/9) dikutip dari kumparan.

Melalui SE tersebut, kata Daud, bupati atau wali kota diminta memperketat pengawasan di fasilitasi publik untuk mencegah terciptanya kerumunan. Sosialiasi dan publikasi tentang protokol kesehatan serta perilaku hidup sehat mesti digencarkan.

"Sanksi terhadap para pelanggar protokol kesehatan harus ditegakkan. Bupati/wali kota diminta mengatur jam operasional kegiatan publik," ucapnya.

Menurut Daud, bupati atau wali kota mesti meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan pihak Kepolisian serta TNI.