Internasional

Bebaskan Sandera di Burkina Faso, 2 Tentara Prancis Tewas

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pasukan komando Prancis menyelamatkan empat sandera asing termasuk dua warga negara Prancis dari penyanderaan kelompok militan di Burkina Faso. Dalam pembebasan itu dua tentara pasukan elit Prancis gugur dalam operasi yang dilakukan pada malam hari itu.

Kementerian pertahanan Prancis mengidentifikasi tentara yang tewas itu sebagai dua pasukan elit angkatan laut.

Pasukan khusus Prancis melancarkan operasi penyelamatan pada Kamis malam hingga Jumat. Operasi ini mendapat dukungan pasukan operasi Barkhane Prancis yang ditempatkan di kawasan Sahel dan intelijen Amerika Serikat untuk melawan para militan, dikutip Reuters, Sabtu (11/5/2019).

Seluruh sandera berhasil diselamatkan, Kepala Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron menambahkan bahwa seorang perempuan AS dan seorang perempuan Korea Selatan juga dibebaskan dalam operasi tersebut.

Kepala Angkatan Darat Prancis Francois Lecointre menyebut kelompok militan itu sebagai teroris. Pasukan elite melakukan operasi penyelamatan dengan tindakan yang terukur.

“Tindakan-tindakan terukur yang dilakukan tentara Prancis memungkinkan kami menyelamatkan para sandera itu dan juga melindungi para sandera agar selamat,” kata Francois dalam jumpa pers.

Menurut dia, empat penculik tewas dan dua meloloskan diri.

“Pasukan Prancis tak menyadari keberadaan sandera warga negara AS dan Korsel menjelang operasi itu dan mereka telah disekap selama 28 hari,” kata Lecointre.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly menambahkan pihaknya tak tinggal diam ketika ada warga negaranya yang diserang atau disekap.

“Siapapun yang menyerang Prancis dan warga negaranya tahu kami tak tinggal diam dan terus melacak mereka dan melumpuhkannya. Kami tak pernah meninggalkan warga negara kami,” kata dia.

Terkait warga negara Amerika yang juga turut dibebaskan, kata Parly, akan dipulangkan secara terpisah.

Prancis melakukan intervensi di Mali pada 2013 terhadap militan Islam yang kemudian menduduki utara Mali dan sejak itu mengerahkan sekitar 4.500 tentara di Sahel.

Wilayah ini telah menjadi saksi atas lonjakan kekerasan oleh militan yang terkait dengan Al Qaeda dan ISIS dalam beberapa tahun terakhir yang kemudian merambat ke tetangganya, Burkina Faso.

Presiden Burkina Faso Roch Kabore memuji pembebasan para sandera dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tentara.

“Intervensi militer bersama yang memungkinkan kami untuk mencapai hasil ini menunjukkan keterlibatan kami bersama dalam memerangi kekuatan jahat,” kata Kabore dalam sebuah postingan di Facebook. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close