Lintas DaerahPeristiwa

Bea Cukai Jabar Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat (DJBC) menggagalkan penyelundupan 54.947 ekor benih lobster jenis Pasir dan Mutiara di Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Kepala Kantor DJBC Jabar, Saifullah Nasution, mengatakan benih lobster senilai Rp10.989.400.000 tersebut hendak diselundupkan lewat pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA844 tujuan Singapura oleh seorang laki-laki warga negara Indonesia inisial AR.

“Berdasarkan hasil analisa intelijen dan pengamatan petugas terhadap gerak-gerik pelaku, dilakukan pemeriksaan terhadap dua tas kabin yang dibawa oleh pelaku,” kata Saifullah di Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019).

Benih yang terdiri dari 33 kantong plastik tersebut merupakan jenis produk perikanan yang diatur penangkapan serta pengeluarannya dari wilayah Indonesia.

“Hal tersebut juga sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Podunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia,” kata Saifullah.

“Potensi kerugian imaterial yang lebih besar adalah terancamnya keberadaan dan ketersediaan populasi sumber daya lobster sebagai produk perikanan Indonesia akibat penangkapan ilegal lobster,” tambahnya.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangkan dan ditahan di Rumah Tahanan Salemba cabang Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta.

Sedangkan benih lobster, telah dilepasliarkan di perairan Muaragatah, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Tersangka melanggar ketentuan Pasal 102 A huruf a Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close