BCA Syariah Kantongi Laba Rp58,4 Miliar

BCA Syariah Kantongi Laba Rp58,4 Miliar

JAKARTA, SENAYANPOST.com – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan pertumbuhan laba setelah pajak mencapai Rp58,4 miliar pada 2018. Laba ini meningkat sebesar 22,0 persen secara tahunan (year on year/yoy) daripada 2017 yaitu sebesar Rp47,9 miliar.

“Peningkatan laba ditopang pertumbuhan pembiayaan sebesar 16,91 persen yoy mencapai Rp4,9 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun,” kata Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih, dalam pemaparan Kinerja BCA Syariah 2018 di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Pembiayaan BCA Syariah, lanjutnya, ditopang oleh sektor komersial sebesar 76,11 persen atau Rp 3,72 triliun. Lalu sektor UMKM sebesar 20,1 persen senilai Rp 1,01 triliun. Sedangkan sektor konsumer hanya 3,79 persen atau Rp 162 miliar.

“Peningkatan pembiayaan BCA Syariah tumbuh di atas rata-rata industri perbankan syariah yang tercatat sebesar 12 persen berdasarkan data SPS OJK bulan Desember 2018,” kata John.

Adapun rasio pembiayaan bermasalah kotor atau gross non performing financing (NPF) naik tipis dari 0,32 persen menjadi 0,35 persen di 2018. Sedangkan NPF nett sebesar 0,04 persen di 2017 menjadi 0,28 persen di 2018.

Baca Juga

“Terkait NPF yang besar itu hanya dari dua debitur. Dua-duanya ada di konsumer di produk KPR. Semangat kami nilai NPF kami usahakan terus di bawah 1 persen,” tutur John.

“Tahun 2019 akan semakin menantang namun kami optimis tetap dapat menunjukkan pertumbuhan di kisaran 10-12 persen,” tambah dia lagi.

BCA Syariah juga mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 5,5 triliun. Nilai ini tumbuh 16,25 persen yoy menjadi Rp 4,7 triliun.

Adapun rasio dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 18 persen dari total DPK BCA Syariah.

Untuk aset BCA Syariah sampai dengan Desember 2018 tercatat mencapai Rp7,1 triliun atau meningkat 18.5 persen yoy dari sebelumnya sebesar Rp6 triliun.

Sementara rasio keuangan BCA Syariah untuk net imbalan (NI) naik dari 4,25 persen menjadi 4,43 persen. Adapun return on asset (ROA) tetap di 1,17 persen.

Sedangkan return on equity naik dari 4,28 persen menjadi 5,01 persen. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik tipis dari 87,2 persen menjadi 87,43 persen.

Sedangkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) turun dari 29,39 persen menjadi 24,27 persen. Karena BCA Syariah akan melakukan ekspansi pembiayaan. (JS)