Politik

Bawaslu Jatim Waspadai ‘Serangan Fajar’

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Maraknya dugaan ‘serangan fajar’ pada hari H pencoblosan, Ketua Bawaslu Jatim Moh Amin tidak menampik hal tersebut. Bahkan menurutnya, Provinsi Jatim merupakan daerah rawan money politics.

Oleh sebab itu, Bawaslu Jatim serta jajaran kabupaten/kota di bawahnya, bakal turun aktif ke lapangan guna memantau situasi selama tiga hari masa tenang. Salah satu tujuannya adalah mencegah terjadinya jual beli suara. Selain itu, Bawaslu Jatim menghimbau kepada masyarakat untuk melapor kalau menemukan tindak pelanggaran, termasuk politik uang.

Menurut Amin, caleg pemenang yang terbukti memberi uang untuk mempengaruhi pilihan, bisa dipidana. Bahkan kalau yang bersangkutan sudah sah ditetapkan sebagai legislator, penetapan itu bisa dibatalkan.

“Walau sudah menang, tapi kemudian ditemukan kecurangan, dalam hal ini money politics, menurut aturan yang berlaku, penetapannya bisa dibatalkan,” papar Moh Amin, Jumat (29/3/2019).

Menurut Moh Amin, mula-mula temuan di lapangan akan dilaporkan ke sentra Gakumdu. Dari sana, laporan itu dibawa ke pengadilan. Apabila sudah terbit putusan yang mengikat, maka akan diterbitkan rekomendasi pembatalan kepada KPU.

Walau begitu, sambung Amin, money politics ini merupakan bentuk pelanggaran pemilu yang cukup sulit upaya pencegahan dan pembuktiannya. Soalnya, alat bukti formil dan materiil terbatas. Namun, pihaknya tetap bertekad untuk bekerja profesional demi pesta demokrasi yang berkualitas.

Terpisah, Komisoner KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro menegaskan, pihaknya bakal mengikuti aturan main yang berlaku tentang pelanggaran pemilu seperti yang diatur dalam UU Pemilu.

“Kami menunggu rekomendasi dari Bawaslu. Menurut undang-undang, walau sudah ditetapkan KPU, kemenangannya bisa dibatalkan. Posisinya akan diganti oleh yang perolehan suara di bawahnya.” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close