KesehatanNasional

BATAN Mulai Pasarkan Radiofarmaka Iodium131 untuk Terapi Kanker Neuroblastoma

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Serpong, berhasil melempar produk baru untuk pelayanan kesehataan, yakni berupa Radiofarmaka Iodium – 131 MIBG, untuk terapi kanker neuroblastoma. Produk baru tersebut telah dilempar ke pasar yang bekerja sama dengan PT. Kimia Farma, Tbk.

Sedang pengguna perdananya adalah Rumah Sakit MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta. Pengiriman Iodium – 131 MIBG produk BATAN ini telah dilakukan dari BATAN ke Rumah Sakit MRCCC Siloam, Semanggi, pada Rabu 10 Juli 2019 lalu setelah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Iodium – 131 MIBG yang dikirim ke Rumah Sakit MRCCC Siloam berjumlah 2 vial (botol kaca kecil) masing – masing mengandung aktivitas zat radioaktif 100 milicurie. Rencananya, produk ini akan digunakan untuk terapi pada seorang pasien kanker neuroblastoma.

 

Kepala PTRR BATAN, Rohadi Awaludin mengatakan, dalam pengiriman Iodium – 131 MIBG, ada 3 hal yang harus diperhatikan, yakni dari sisi kemasan, waktu, dan stabilitas zat radioaktif. Karena mengandung zat radioaktif, kemasan harus sesuai dengan peraturan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang sangat memperhatikan aspek keselamatan.

Dua vial tersebut dimasukkan ke dalam wadah berbahan timbal sebagai pelindung radiasi, kemudian dilapisi dry ice, dikelilingi styrofoam untuk menahan goncangan, selanjutnya dilapisi kotak kardus, dan lapisan terluar adalah kotak kayu berdimensi 29 x 39 x 27 cm. “Jadi ada 5 lapis, hal ini untuk menjaga dari aspek keselamatan, agar paparan radiasi masih batas aman untuk persyaratan jalan umum,” ucap Rohadi.

Kedua, dari sisi waktu, pihak rumah sakit perlu berkoodinasi dengan BATAN agar waktu produksi dapat sesuai dengan waktu pemberian terapi pada pasien, mengingat, radiasi memiliki waktu paruh. “Iodium – 131 MIBG memiliki waktu paruh 8 hari, jadi setelah 8 hari, aktivitas radioaktifnya akan berkurang menjadi setengahnya. Kalau tidak segera digunakan, akan memengaruhi kualitas dari terapi itu sendiri,” lanjut Rohadi.

Ketiga, dari segi stabilitas zat radioaktif. Iodium – 131 MIBG harus berada pada suhu minus 15 hingga 20 derajat celsius yang disimpan pada deep freezer di PTRR BATAN. Karena itu, ketika proses pengiriman, suhunya harus tetap terjaga dengan cara dilapisi dry ice. “Setelah sampai di rumah sakit, baru dipindahkan ke suhu ruangan kurang lebih 25 derajat celsius, agar perlahan – lahan suhunya naik sebelum digunakan pasien,” tambahnya.

Iodium – 131 MIBG merupakan produk radiofarmaka yang berfungsi untuk diagnosa dan terapi kanker neuoblastoma. Neuroblastoma sendiri adalah jenis kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Sebelumnya, BATAN telah berhasil mengembangkan Iodium – 131 MIBG untuk diagnosa dan lebih dulu mengantongi izin edar pada tahun 2014.

GM Marketing and Sales PT Kimia Farma, Tbk, Eva Fairus mengatakan, harga produk Iodium – 131 MIBG buatan anak bangsa ini 30 persen lebih rendah dibandingkan impor. “Jika impor harganya bisa berkisar 40 hingga 60 juta, kalau punya kita 30 persen dibawahnya,” katanya.

Ia menambahkan, 8 rumah sakit menjadi target PT. Kimia Farma, Tbk dalam memasarkan Iodium – 131 MIBG bersama 5 produk radiofarmaka lainnya, yakni RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, RS Dharmais, Jakarta, RS Harapan Kita, Jakarta, RS Hasan Sadikin, Bandung, RS Adam Malik, Medan, RS MRCCC Siloam, Semanggi Jakarta, RS Santosa, Kopo Bandung, dan RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.

Selain dalam negeri, saat ini PT. Kimia Farma sedang menjajaki peluang ekspor. “Masih kita jajaki. Yang berminat seperti Afrika, Yaman, bahkan Jepang potensi juga untuk peluang ekspor,” katanya.

KOMENTAR
Show More
Close