Baru 38 Tahun, Pendiri TikTok Jadi Manusia Rp800 Triliun

Baru 38 Tahun, Pendiri TikTok Jadi Manusia Rp800 Triliun
Zhang Yiming (REUTERS)

BEIJING, SENAYANPOST.com - TikTok yang makin populer membuat kekayaan pendirinya, Zhang Yiming, terus melojak. 

Bahkan data terkini dari Bloomberg Billionaires Index menempatkan pria yang baru berusia 38 tahun itu sebagai salah satu orang paling kaya di dunia.

Menurut Bloomberg, harta sang pendiri TikTok saat ini meningkat pesat menjadi USD 60 miliar atau di kisaran Rp 878 triliun. Dia sama kayanya dengan orang terkaya China, Zhing Shanshan, dan juga termasuk paling berharta di dunia.

Seperti dikutip detikcom dari ZeeNews, Kamis (15/4/2021), ByteDance, startup yang ia dirikan, pada saat ini dilaporkan bernilai tembus USD 250 miliar. ByteDance adalah perusahaan induk dari TikTok.

Saat ini, TikTok sebenarnya menghadapi cukup banyak tantangan. Pertama, salah satu pasar terbesarnya yakin India telah memblokir layanan ini dengan alasan keamanan nasional. 

Kemudian, pemerintah China sedang giat mengawasi sepak terjang raksasa teknologi, termasuk ByteDance. Namun di sisi lain, pandemi Corona membuat jumlah pengguna TikTok dikabarkan mengalami kenaikan.

Mayoritas kekayaan Zhang ini berasal dari sahamnya di ByteDance yang besarnya mencapai 24%. Ia pertama didaulat sebagai seorang miliuner pada Maret 2018, saat kekayaannya masih USD4 miliar.

Lahir pada 1983, tepatnya di provinsi Fujian, China, dari orang tua yang bekerja sebagai pegawai publik, atau PNS. Nama Zhang Yiming berasal dari sebuah pepatah China yang artinya kurang lebih 'bisa mengejutkan banyak orang dalam percobaan pertama'.

Zhang kuliah di Universitas Nankai pada 2005, yang pada awalnya mengambil jurusan mikroelektronik, sampai akhirnya beralih ke jurusan software engineering. Di universitas itu jugalah ia bertemu dengan dengan wanita yang kelak menjadi istrinya. Mereka tak mempunyai anak sampai saat ini.

Sebelum mendirikan ByteDance pada 2012, Zhang pernah bekerja di Microsoft. ByteDance mempunyai sejumlah produk selain TikTok, seperti pesaing WeChat bernama FlipChat, dan aplikasi video messaging bernama Duoshan. Mereka juga mempunyai sejumlah aplikasi jejaring sosial lainnya di China.