Bareskrim Telah Periksa 29 Saksi Potensial, Bidik Pembakaran Gedung Kejagung

Bareskrim Telah Periksa 29 Saksi Potensial, Bidik Pembakaran Gedung Kejagung
Kebakaran Gedung Kejagung (foto Okezone)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemeriksaan terhadap 29 saksi terkait dengan penyidikan kasus dugan pidana kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) telah dirampungkan Penyidik Bareskrim Polri .

"Total saksi hari kemarin dan hari ini diperiksa penyidik 29 saksi. Sama (saksi potensial)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2020).

Jumlah ke-29 saksi dilakukan dalam dua hari ini setelah resmi terbitnya Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) terkait perkara kebakaran Gedung Kejagung.

Menurut Awi, seluruh orang yang diperiksa tersebut merupakan kategori saksi potensial. Mereka sebelumnya juga sudah diperiksa dalam tahap penyelidikan Bareskrim Polri.

"Penyidik telah melakukan pemanggilan 17 saksi, dan tentunya mulai pukul 10.00 wib diperiksa, diantaranya terkait dipanggil yaitu pekerja atau tukang, staf kejagung, kamdal, dan PNS pada Kejagung," ujar Awi.

Awi sebelumnya menjelaskan bahwa, saksi potensial yang dimaksud adalah, orang-orang pada saat kejadian berada di lantai enam yang notabene merupakan titik awal munculnya open flame atau nyala api terbuka.

"Detik-detik terjadinya api menyala secara terbuka tentunya ada saksi di sana. Karena memang saat itu ada orang yang berusaha memadamkan berarti itu lah yang potensial," ujar Awi.

Dalam penyelidikan ditemukan fakta bahwa adanya tukang bangunan atau kuli yang sedang melakukan pekerjaannya di lantai enam pada gedung tersebut.

Bareskrim Polri menyimpulkan adanya peristiwa pidana dalam kebakaran markas Korps Adhyaksa itu. Hal itu didapatkan setelah dilakukan penyelidikan mendalam.