Lintas Daerah

Banyak Kaum Ekstrem Indonesia Meninggalkan Cara-cara Kekerasan

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Peneliti Goucher College Amerika Serikat, Dr Julie Chernov Hwang, Jumat (3/8/2018) menegaskan banyak ekstremis di Indonesia yang kini telah meninggalkan cara kekerasan.

Kebanyakan dari mereka jelasnya meninggalkan cara-cara kekerasan itu melalui proses ‘disangegement’ atau meninggalkan kelompok.

Saat saat membedah bukunya yang berjudul “Why (Terrorist Quit: The Disengagement of Indonesian Jihadists”, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan penelitian itu dilakukan di Indonesia mulai 2010 hingga 2016.

Lebih lanjut Julie menegaskan, dalam penelitian itu telah mewawancarai 55 orang yang pernah atau pun sedang memiliki afiliasi dengan kelompok ekstremis Islam, seperti Jamaah Islamiyah, Laskar Jihad, Mujahidin KOMPAK, Tanah Runtuh, dan Ring Banten.

“Mereka adalah orang yang ada di penjara, tidak pernah ikut ke penjara, masih ikut kelompok mereka, dan 3 hingga 4 orang ada di jaringan dan masih punya pikiran radikal,” kata dia.

Berdasarkan hasil penelitiannya, imbuhnya, dari 55 orang ekstremis yang diwawancarai, 49 orang di antaranya memilih kembali berbaur dengan masyarakat. Meski beberapa mereka masih mau ikut aksi kekerasan.

“Hanya empat orang yang masih mau ikut aksi kekerasan atau masih ikut aksi yang mendukung kekerasan seperti membawa senjata,” kata dia.

Disebutkan, ada beberapa fase dalam proses reintegrasi seorang ekstremis, di antaranya timbul kealihsadaran yang berujung pada kekecewaan terhadap pemimpin kelompok dan aksi yang dilakukan.

“Kekecewaan ini bisa saja terhadap taktik atau cara yang dilakukan di kelompok tersebut, kecewa pada pemimpin, dan bisa juga kecewa dengan peran dirinya sendiri. Ada yang mengatakan kecewa karena melihat terlalu banyak orang yang menjadi korban,” kata dia. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close