Nasional

Banyak Bangunan di Lombok Tak Penuhi Standar

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Tim Relawan Ahli Bangunan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mendapati banyak bangunan yang tidak memenuhi standar sehingga roboh saat terkena guncangan gempa.

“Kami menemukan banyak bangunanyang roboh itu pertama karena tidak punya balok dan kolom beton bertulang. Ituyang paling parah. Ada pula yang sebenarnya sudahada beton bertulang tapi tidak salingberkait,” kata salah satu anggota tim relawan dari Fakultas Teknik UGM Ashar Saputra di Yogyakarta, Selasa.

Ia juga menyebutkan, banyak bangunan di Lombok yangdibangun tanpa melibatkan tenaga ahli bangunan sehinggakurang memperhatikan aspekkekuatan bangunan.

Ashar mengatakan pemeriksaan itudilakukan untuk memastikankeamanan bangunan jika difungsikan kembali, khususnya untuk bangunan penting seperti rumah sakit.

Menurut dia, sebagian besar banguah rumah sakit di Lombok masih bisa difungsikan kembali.

“Kira-kira 75-80 persen bangunan rumah sakit masih layak untuk operasional,” kata dia.

Ia mengatakan UGMakan kembali mengirim tim asesmen ke Lombok untuk memastikan kembali keamanan bangunan pascagempa ketiga.

Meski demikian,hasil asesmenmenurutnya tidak akan jauh berbeda dari hasil asesmen yang telah dihasilkan sebelumnya.

Selain memeriksa bangunan fasilitas kesehatan, tim ini juga memeriksa fasilitas publik lainnya, seperti sekolah,bangunan ibadah, serta ber bagai prasarana umum.

Pemeriksaan terhadap rumah-rumah warga juga akan dilakukan oleh UGM dengan menggandeng serta memberikan pelatihan pada tenaga relawan dari perguruantinggidi Lombok serta LSM. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close