Bantu Pemulihan Beirut, George Clooney-Istri Sumbang Rp1,4 M

Bantu Pemulihan Beirut, George Clooney-Istri Sumbang Rp1,4 M

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Untuk membantu pemulihan kota Beirut, Libanon, usai tragedi ledakan besar, George Clooney bersama istrinya, Amal, yang juga asli dari Beirut, dilaporkan telah menyumbang US$100 ribu atau setara dengan Rp1,4 miliar  Selasa (4/8/2020) petang.

Diberitakan ET, Clooney dan Amal akan membagi uang donasi tersebut melalui tiga lembaga amal untuk membantu upaya pemulihan.

“Kami kedua amat peduli terhadap masyarakat Beirut dan bencana yang mereka alami dalam beberapa hari terakhir,” kata George Clooney dan Amal dalam pernyataan mereka.

“Tiga lembaga amal yang kami temukan akan menyediakan kebutuhan pokok, mereka adalah Palang Merah Libanon, Impact Lebanon, dan Baytna Baytak,” lanjutnya.

“Kami akan mendonasikan kepada tiga lembaga ini 100 ribu dolar dan berharap yang lain juga bisa ikut membantu apa yang bisa mereka lakukan,”

Kabar bantuan ini datang beberapa bulan setelah Clooney diketahui menyumbang sebanyak lebih dari US$1 juta untuk upaya pemulihan akibat pandemi virus corona Covid-19.

ET menyebut kala itu pasangan ini mendonasikan kepada enam lembaga yang masing-masing mengurus bidang pemulihan yang berbeda, di antaranya untuk pekerja film dan televisi, para aktor, dan penduduk Los Angeles.

Ledakan yang terjadi di Beirut itu diduga dipicu oleh kebakaran di gudang pelabuhan yang menyimpan 2.750 ton senyawa amonium nitrat. Senyawa kimia itu memiliki daya ledak tinggi dan kerap dipakai untuk bahan baku pembuatan pupuk dan peledak.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan jumlah kerugian akibat ledakan ditaksir mencapai Rp217.5 triliun. Sebanyak 300 ribu penduduk Beirut kehilangan tempat tinggal akibat rusak terkena dampak ledakan.

Kementerian Kesehatan Libanon menyatakan 5.000 orang luka-luka akibat kejadian itu.

Korban meninggal tragedi itu per Jumat (7/8/2020) bertambah menjadi 137 orang, dan menyulut amarah penduduk untuk melakukan unjuk rasa yang berakhir dengan bentrokan.

Penduduk Libanon yang marah lantas menggelar unjuk rasa di pusat kota Beirut, dan sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di jalan menuju kompleks gedung pemerintahan.

Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, membakar ban dan mencemooh para elite politik. Polisi memukul mundur dan membubarkan para demonstran menggunakan gas air mata. (WS)