Lintas Daerah

Bantu Korban Banjir, ACT Buka Posko Bantuan

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia telah menyebabkan tingginya curah hujan di kawasan Indonesia.

Masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ini meningkatkan potensi curah hujan bagi daerah-daerah yang dilalui. Sehingga, mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa daerah yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung sejak tanggal 5 Maret 2019.Adapun secara spesifik, daerah yang terkena bencana yaitu Klaten dengan enam kecamatan yang terdampak; Kecamatan Bayat, Kecamatan Cawas, Kecamatan Gantiwarno, Kecamatan Klaten Selatan, Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Karangdowo dengan total 13 KK yang menjadi korban.

Sedangkan, di daerah Jawa Timur, Humas BNPB menyebutkan, 15 kabupaten yang terkena dampak yaitu Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan dan Blitar dengan total korban banjir 12.495 KK. Banjir di Kabupaten Madiun sendiri melanda hingga 4.317 KK. Selain itu, Kabupaten Bojonegoro sebanyak 1.382 rumah dan 121 hektar sawah dilanda banjir. Lain halnya di Kabupaten Tanggamus, Lampung, terdapat 84 rumah tidak hanya terkena banjir namun juga terendam lumpur.

GM Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Aziz Kurniawan, dalam siaran persnya, yang diterima www.senayanpost.com di Yogyakarta mengatakan, menghadapi bencana ini ACR  merespon melalui aksi evakuasi, pendirian posko kemanusiaan dan dapur umum, serta pendistribusiaan bantuan logistik.

ACT jelasnya, juga telah mengirim tim-tim terbaik di daerah bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), BNPB,  BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, dan pihak lainnya dalam melakukan penanganan darurat. “Tim ACT-MRI yang turun ke lokasi bencana juga melakukan assessment terkait kerusakan dan kebutuhan darurat warga yang diperlukan saat ini seperti tikar, selimut, makanan siap saji, air minum, personal hygiene (pembalut, popok, alat mandi, pakaian dalam), obat-obatan, makanan bayi, serta pendirian tenda telah dilakukan dan informasi terus disebarluaskan kepada para donatur,” ujarnya.

Hingga saat ini tim kami masih terus melakukan evakuasi dan pemantauan di lapangan. Ia menambahkan ACT tengah menyiapkan  relawan medis dan segera memberi bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Saat ini ACT menetapkan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari yaitu tanggal 6 -19 Maret 2019. Selama masa ini, relawan siap siaga dari kemungkinan adanya banjir susulan, harapannya masyarakat tetap semangat bahu membantu untuk memulihkan rumah dan lingkunganya,” pungkasnya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close