Banjir Bandang di Sulut: 29 Rumah Hanyut dan 64 Rusak

Banjir Bandang di Sulut: 29 Rumah Hanyut dan 64 Rusak

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Terjadi banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, Jumat (31/7) malam. Bencana alam ini menyebabkan 29 rumah hanyut dan lainnya rusak parah.

“Banjir bandang juga menyebabkan sebanyak 64 rumah dan satu jembatan rusak berat,” Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resminya.

Jati mengatakan, menurut laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongdow Selatan, bencana tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah setempat, pada Jumat malam, sejak pukul 18.45 hingga 21.05 WITA.

Akibatnya, beberapa sungai meluap dan menyebabkan air masuk permukiman warga. Sungai yang meluap tersebut meliputi Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa, dan beberapa sungai lainnya.

4.308 Warga Terdampak Banjir Bandang

Berdasarkan data sementara, banjir bandang berdampak pada 1.327 KK atau 4.308 jiwa, terdiri dari 1.032 kepala keluarga atau 3.188 jiwa di Kecamatan Bolaang Uki, 223 KK atau 870 jiwa di Kecamatan Helumo, dan 62 KK atau 250 jiwa di Kecamatan Tomini.

Saat ini, TRC BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan terus mempersiapkan tempat pengungsian, mendirikan dapur umum lapangan, serta mempersiapkan logistik kebutuhan dasar dan air bersih.

Selain itu, alat berat juga dikerahkan untuk menyingkirkan puing longsor dan material banjir bandang. Beberapa pemangku kepentingan, seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, relawan BPBD, Tim SAR, Tagana, Dinas Kesehatan, dan PMI setempat telah mengerahkan seluruh komponen untuk mempercepat penanganan tanggap darurat bencana di Kabupaten Bolang Mongondow Selatan.

Kondisi mutakhir yang dilaporkan dari lokasi pada Sabtu (1/8), pukul 16.00 WITA, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi, belum ada laporan korban jiwa hingga saat ini.

Menurut prakiraan cuaca BMKG, hujan lebat disertai petir masih berpotensi terjadi di Sulawesi Utara dan Gorontalo hingga Minggu (2/8). Wilayah lain yang juga berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir menurut BMKG adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

“BNPB mengimbau kepada seluruh perangkat pemerintah daerah untuk berkoordinasi dan meningkatkan kewaspadaan serta melakukan upaya pengurangan risiko bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca tersebut,” pungkas Jati.