Bangkrut, Vertu Lelang Ponsel Supermahalnya untuk Lunasi Utang Rp 2,1 T

05:30
294
Bangkrut, Vertu Lelang Ponel Supermahalnya untuk Lunasi Utang Rp 2,1 T
Salah satu produk Vertue seharga Rp 4 M

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Produsen smartphone mewah asal Inggris, Vertu, memang sudah dinyatakan bangkrut pada pertengahan Juli 2017. Kini, mereka tengah berupaya membayar lunas utang-utangnya yang mencapai Rp 2,1 triliun.

Belum lagi, Vertu harus membayar karyawannya. Pemilik perusahaan bernama Murat Hakan Uzan itu hanya mampu membayar utang senilai Rp 32 milyar. Demi membayar utang, Vertu harus mencairkan aset-asetnya dengan melakukan penjualan pabrik beserta smartphone mewahnya.

BACA JUGA: Waw, HP Mewah Ini Dibanderol Rp 4,8 Milyar

Mengutip situs Phone Arena, Sabtu (12/8/2017), mulai sekarang hingga beberapa hari ke depan, Vertu resmi menjual isi pabriknya di Inggris, termasuk barang yang dipamerkan di dalam museum perusahaan (telepon, patung, serta penghargaan lainnya).

Meskipun semua smartphone Vertu sekarang dijual oleh sebuah rumah lelang bernama G.J. Wisdom & Co, namun harga awal masih cukup tinggi untuk membuat perangkat mewah ini tak tersentuh oleh pembeli dari kelas menengah.

Kabar baiknya adalah, jika Anda benar-benar menginginkan ponsel mewah yang memiliki nomor kunci bukan layar sentuh ini, Anda bisa mendapatkan model Vertu yang relatif murah. Itu pun jika Anda beruntung.

Misalnya, salah satu ponsel Signature Vertu yang diluncurkan seharga £14.700 (US$19 ribu/Rp 253 juta), kini hanya dijual di balai lelang seharga £11.200 (US$14.500/Rp 193 juta).

Kendati demikian, ada sekitar 105 smartphone Vertu unik dan langka yang biasa dibeli untuk koleksi tersebut siap dilelang. Harga yang ditawarkan pun tidak murah, mulai US$20 ribu (sekitar Rp 266 juta) hingga US$172 ribu (Rp 2,29 milyar).

Masih ada yang lainnya, yakni ponsel Vertu yang lebih murah dijual sekitar US$1.300 atau sekitar Rp 17,3 juta. Ponsel tersebut dijual murah karena merupakan produk lawas.

Secara keseluruhan, tampaknya Vertu menghasilkan banyak uang setelah menjual sebagian dari asetnya. Namun, tidak jelas apakah cukup untuk membayar semua tagihannya.

Comments

comments