Nasional

Bamsoet: DPR Jadi Garda Terdepan Benteng Pancasila

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan DPR RI akan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila ke berbagai elemen masyarakat. Sehingga, Pancasila tidak terasing di luar ruang publik masyarakat.

“Untuk itu, DPR RI akan bekerjasama dengan Lemhannas dan BPIP agar setiap anggota DPR RI terpilih mendapat reorientasi kebangsaan. Dimana setiap anggota DPR RI akan menjadi agen Pancasila yang mengerti, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tegas Bamsoet saat menerima pengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, (14/8/2018).

Hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Hariyono (PLT Kepala BPIP), Romo Beny Susetyo (Anggota Satuan Tugas Khusus BPIP) dan Iman Partogi (Anggota Satuan Tugas Khusus BPIP) dan lain-lain.

Menurut politisi Golkar itu, sejak menjabat Ketua DPR RI dirinya sudah memerintahkan Badan Keahlian DPR RI (BKD) melakukan institusionalisasi Pancasila dalam pembentukan dan evaluasi peraturan perundang-undangan.

Sebab kata Bamsoet, masih ada produk undang-undang yang belum sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

DPR RI sendiri telah bekerjasama dengan BPIP menyelenggarakan simposium nasional melibatkan 200 peserta yang terdiri dari para para peneliti serta analis BKD, Biro Hukum Pemerintah Daerah Provinsi, Pusat Studi Pancasila dari beberapa universitas, legal drafter serta berbagai LSM.

“Itu merupakan langkah konkret membenahi kondisi internal DPR. Saya ingin setiap produk legislasi yang dihasilkan DPR didasarkan atas nilai-nilai Pancasila. Sehingga tidak ada lagi yang dibatalkan oleh MK maupun menimbulkan pro kontra di masyarakat,” ujarnya.

Karena itu menurut Bamsoet, sudah saatnya Pancasila kembali dihadirkan dalam kurikulum pendidikan nasional. Sehingga, arti penting Pancasila sebagai benteng untuk menjaga keutuhan bangsa bisa ditanamkan sejak usia dini.

“Terus terang saya tak sudi jika di masa depan nanti anak-anak kita tercerai-berai. Tak punya semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Karenanya, menghadirkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan nasional bisa menjadi bekal utama bagi anak-anak kita dalam menjaga bangsa dan negara ini di masa mendatang,” pungkasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close