Lintas Daerah

Balai Besar Bengawan Solo Bayar Ganti Rugi Tanah Waduk Gongseng Akhir November

BOJONEGORO, SENAYANPOST.com – Penantian warga mengenai kepastian pembayaran ganti rugi mendekati realisasi. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Jawa Tengah, akan membayar ganti rugi tanah milik warga di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, yang tanahnya dimanfatkan lokasi Waduk Gongseng akhir Nopember 2018.

“Persyaratan administrasi tanah milik warga masih proses verifikasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Kasi Pemanfaatan Air Baku Irigasi Dinas PU Sumber Daya Air Bojonegoro Doddi Sigit Wijaya, Senin (15/10/2018).

Sesuai data, lanjut Doddi, tanah warga Desa Papringan, yang masih dalam proses verifikasi administrasi sebanyak 80 bidang dengan luas 13,2833 hektare.

Informasi dari pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan tanah, kata dia, proses verifikasi administrasi tanah sebanyak 80 bidang itu harus sudah selesai akhir Nopember.

“Target PPK pengadaan tanah untuk pembayaran ganti rugi tanah sebanyak 60 bidang sudah selesai akhir Nopember,” ucapnya.

Mengenai perkembangan pembangunan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, Doddi menjelaskan laporan pekerjaan sudah mencapai 69,74 persen per 10 Oktober.

Pekerjaan yang sekarang berjalan, antara lain, membangun “cofferdam” hulu, “cofferdam” hilir, “grouting”, juga pekerjaan lainnya.

“Target pembangunan Waduk Gongseng selesai 2019,” ucapnya.

Sebelum itu, BBWSBS sudah membayar Rp9.516.420.631 untuk ganti rugi tanah sebanyak 60 bidang seluas 6,7351 hektare milik warga Desa Papringan, Kecamatan Temayang.

Menurut Camat Temayang, Heri Widodo, dalam pemberian ganti rugi tanah itu, selain dihadiri BBWSBS, juga dari Lembaga Manajemen Aset Negara di Jakarta, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaaan Negeri daerah setempat, termasuk warga pemilik tanah.

“Pembayaran ganti rugi langsung masuk rekening BRI atas nama pemilik tanah,” ucap dia menambahkan.

Kepala Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Gunari, mengatakan warga baru mulai mencari tanah untuk pindah, tapi masih di desa setempat.

“Warga kebanyakan memilih tetap membeli tanah di desanya,” ucapnya.

Waduk Gonseng merupakan bendungan timbunan batu zona inti tegak,dengan daya tampung 22,43 juta meter kubik. Waduk yang memiliki luas genangan 433,19 hektare itu mampu mengairi areal pertanian seluas 6.191 hektare.

Selain itu, Waduk Gonseng juga berfungsi sebagai pengendali banjir sebesar 2 juta meter kubik dan penyedia air baku sekitar 300 liter per detik. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close