Bagi Hasil Dana Palestina

Bagi Hasil Dana Palestina
Palestina Hancur Diserang Israel

Oleh: Imas Senopati

"SAYA dulu marah kepada Pak Hendropriyono, sekarang jadi bersimpati kepada beliau," kata kawan saya, seorang Kiai di Bandung lewat sambungan telepon selular. Dia pernah mondok di satu pesantren di Yogyakarta dengan saya.

"Emangnya kenapa Gus, Kok dulu bendi sekarang kereta, dulu benci menjadi cinta," tanya saya menggoda.

"Habis kemarin saya baca berita di _Senayanpost.com,_ Duta Besar Palestina di Indonesia Zuhair Al Shun mengungkapkan, ada oknum-oknum lembaga di Indonesia yang memanfaatkan isu Palestina untuk menggalang dana. Tapi ingin mendapatkan keuntungan.

Lalu buru-buru dia membacakan kutipan langsung Sang Dubes. “Saya merasa kaget dan tidak habis pikir, sebagai institusi perwakilan diplomatik, saya didatangi oleh oknum-oknum yang menawarkan penggalangan dana untuk Palestina, dan mereka minta bagi hasil, tentu saya menolak,” itu kalimat langsung Zuhair Al Shun. 

"Memalukan kan?" lanjutnya.

"Benar, sebagai anak bangsa saya juga malu dan merasa tersinggung," jawab saya.

"Tapi kembali ke "laptop" apa hubungannya pernyataan Dubes Palestina dengan ucapan sampeyan di awal tadi, dari membenci sampeyan menjadi bersimpati kepada Pak Hendropriyono. Jangan seret-seret nama beliau. Saya anggap beliau itu guru saya lo," saya nanya lagi.

"Eh antum lupa ya. Dulu Pak Hendro kan pernah bilang, nggak perlu sibuk ngurus Palestina, urus bangsa sendiri yang dililit berbagai masalah besar, pandemi Covid dan kemiskinan."

"Oh iya lantas apa yang salah dengan pernyataan beliau itu?"

"Saat itu saya anggap salah. Masa sih bantu umat Islam yang mukmin sebagai saudara sendiri nggak boleh. Bukankah ada kata bijak, _Innamal mukminuna ikhwatun."_ kawan saya mengutip Alquran Surat Alhujurat ayat 10.

"Terus sekarang bagaimana?" Kejar saya.

"Sekarang saya baru sadar, pernyataan Pak Hendro itu benar adanya. Seperti yang diberitakan _Senayanpost.com_ ternyata ada yang mengail di air keruh, gayanya ngumpulin dana kemanusiaan eh malah demi ambil untung," jawab sobat santri saya tadi.

"Oh jadi sekarang sampeyan jadi bersimpati dengan beliau. Makanya jangan buru-buru melabeli orang hanya karena berpikir cekak. Baca juga peta pertarungan Palestina dengan Israel secara komprehensif. Yang terjadi di sana bukan perang agama. Di sana ada beberapa faksi sesama bangsa Palestina. Ada Faksi Fatah, Hamas, Palestinian Liberation Organization (PLO), PA dan lainnya. Sedikitnya 12 faksi. Selain itu ayat Alhujurat yang sampeyan kutip hanya sepotong. Kan ada lanjutannya, _Faaslikhu baina akhawaikum. Innallaha laallakum turhamuun._ Jadi dalam konteks bantuan untuk Palestina nggak nyambung. Lebih pas untuk mengislahkan.

"Sejak mahasiswa dan nyantri dulu antum memang cerdas. Saya perlu banyak belajar dari sampeyan. Tapi ngomong-ngomong saya sudah telanjur ikut berdonasi sama santri-santri dan keluarga saya. Bagaimana menurut antum?"

"Nggak usah galau Mas. Kan _innamal a'malu binniyah_ (Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat," jawab saya singkat. Giliran saya berdalil.

"Sip-sip. Sampaikan salam homat saya kepada Bapak Hendropriyono ya Khi..."

"Siap disampaikan."