Ekonomi

Bagasi Berbayar, Lion Air Targetkan Pendapatan 10 Persen Non Tiket

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi, mengungkapkan, pihaknya menargetkan pendapatan non tiket sebesar 10 persen tahun ini dari kebijakan bagasi berbayar.

Pendapatan di luar penjualan tiket itu diharapkan berasal dari dua maskapai yang tergabung dalam grup, yakni Lion Air dan Wings Air.

Daniel Putut Kuncoro Adi menambahkan, perusahaan sudah mengkaji kebijakan bagasi berbayar sejak 2010 lalu. Kebijakan itu diberlakukan demi menjaga keberlanjutan bisnis maskapai tersebut.

Kinerja keuangan maskapai penerbangan belakangan ini mengalami tekanan terimbas oleh pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi sepanjang tahun lalu. Selain pelemahan nilai tukar, tekanan juga datang dari kenaikan harga avtur.

“Jadi kami melakukan perubahan proses bisnis pada tahun ini, ini langkah-langkah strategis agar bisa terjaga,” terang Putu, Selasa (29/1/2019).

Sayangnya, Putu enggan memberikan angka pasti berapa target pendapatan Lion Air Group pada 2019. Yang pasti katanya, manajemen Lion terus mengevaluasi penerapan bagasi berbayar yang baru berlaku sekitar satu minggu terakhir kemarin.

“Kami sedang proses pembelajaran dan kami sudah berlakukan sejak 22 Januari sampai hari ini, memang kami masih dalam proses edukasi kepada penumpang,” ucap Putu.

Ia mengatakan selama penerapan kebijakan bagasi berbayar, antrean di counter tak begitu panjang. Karena mayoritas penumpang tak banyak yang menempatkan barangnya di dalam bagasi pesawat.

“Orang sudah mulai tahu ada bagasi berbayar, jadi tidak banyak yang bawa untuk ditempatkan di bagasi. Antrean semakin cepat,” terang Putu. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close