Nasional

Badai Tropis Danas Intai Perairan Indonesia, Picu Gelombang hingga 6 Meter

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 6 meter berpeluang menyambangi sejumlah perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan, per 18 sampai 21 Juli 2019. Peningkatan gelombang tinggi ini terjadi menyusul adanya Tropical Strom atau badai tropis ‘Danas’ 992 hPa di perairan utara Filipina.

Seperti dikutip inews, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam siaran pers-nya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang dan kecepatan angin. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 4-30 knot, sedangkan selatan ekuator umumnya dari Timur–Tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Perairan utara Sabang, Perairan Sabang–Banda Aceh, Perairan Bengkulu–Pulau Enggano, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat dan Laut Jawa bagian timur. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Hasil pantauan BMKG, sejumlah wilayah yang berpeluang terjadi gelombang tinggi yaitu Selat Malaka bagian tengah, Perairan Manui–Kendari, Perairan Timur Kepualaun Nias hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Kep Baubau-Kep Wakatobi, Selat Sape bagian selatan, Perairan Selatan Kep Banggai sampai Sula.

Kemudian Selat Sumba bagian barat, Laut Flores dan Laut Seram, Selat Ombai, Perairan Selatan Pulau Seram-Pulau Buru, Laut Natuna Utara dan Laut Natuna, Laut Banda dan Perairan Kep Anambas hingga Natuna, Perairan Kep Letti hingga Tanimbar, Perairan Timur Kep Bintan hingga Kep Lingga, Perairan Kep Kei hingga Aru, Perairan Utara Pangkal Pinang, Laut Arafuru, Selat Karimata dan Selat Gelasa.

Kemudian Perairan Fakfak hingga Amamapere, Laut Jawa bagian barat Hingga Tengah, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kep Kangean, Perairan Kep Sangihe, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Timur Bitung, Perairan Kotabaru, Laut Maluku, Selat Makassar bagian tengah hingga selatan.

Berikutnya Laut Halmahera, Perairan Kep Selayar–Sabalana, Perairan Timur Kep Halmahera, Laut Bali dan Laut Sumbawa, Perairan Raja Ampat – Sorong, Teluk Bone bagian selatan dan Teluk Tolo, serta Samudera Pasifik Utara Biak dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.

Selain itu, beberapa wilayah lain di Indonesia juga berpotensi mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Wilayah perairan tersebut antara lain Perairan Barat Kep Nias hingga Kep Mentawai, Perairan Pulau Simeulue, Perairan Bengkulu, Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga P Sumba, Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sawu – P Rotte, Laut Sawu, Laut Timor Selatan NTT, Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT, serta Laut Jawa bagian timur.

Tidak hanya itu, wilayah perairan lain seperti Selat Malaka bagian utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang– Banda Aceh, Samudera Hindia barat Sumatera hingga selatan Banten dan juga Perairan Barat Aceh juga berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran antara 4 hingga 6 meter.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu memberikan informasi peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir.

Terutama nelayan yang menggunakan moda tranportasi perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) agar selalu waspada.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close