Ekonomi

Badai PHK Diprediksi Serang Bisnis Hotel di RI

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Badai PHK mulai melanda industri pariwisata Indonesia, tepatnya di sektor perhotelan. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengungkapkan, salah satu hotel yang kabarnya sudah melakukan PHK ialah Aryaduta milik Lippo Group.

“Iya betul. Saya nggak tahu detailnya, tapi saya sudah dengar terjadi PHK di sana,” ujar Maulana.

Bahkan, Maulana memprediksi badai PHK akan terjadi lagi di sektor perhotelan pada bulan ini, April 2020. Di tengah gempuran virus corona (COVID-19) ini perhotelan di Indonesia tak memperoleh pemasukan, namun harus menanggung biaya operasional yang tinggi.

“Kan sudah disampaikan sejak dulu bahwa kekuatan pengusaha itu hanya sampai beberapa bulan. Mungkin nanti April akan terjadi lagi. Situasinya yang membuat sulit dan kita tak terbantu sama sekali, dan operasional cost hotel itu sangat tinggi,” terang Maulana.

Salah satu biaya operasional tertinggi di bisnis perhotelan yakni gaji karyawan. Sehingga, mau tak mau perusahaan melakukan efisiensi demi memperpanjang ‘napas’ hotelnya. Pihaknya pun masih terus menyuarakan urunan tangan pemerintah.

Kan kita sudah bilang, ada masalah karyawan, utilitasnya, usahanya, nah itu kita beberapa kali meminta bantuan pemerintah untuk diberikan bantuan. Jadi situasinya bisa kondusif untuk semua, bisa bertahan. Karena karyawan itu juga penyumbang paling tinggi,” imbuh dia.

Maulana membeberkan, di tengah pandemi corona ini, okupansi hotel di Indonesia tak sampai 9%. Sudah babak belur seperti itu, hingga saat ini tak kunjung datang pertolongan dari pemerintah untuk menyelamatkan sektor tersebut.

“Satu penurunan okupansi, kemudian sektor pariwisata nggak dapat apa-apa stimulusnya sama sekali. Nggak ada, memang kita nggak dapat. Stimulus itu kan hanya untuk 10 destinasi, dan itu juga sudah dibatalkan. Yang dapat bukan kita kok, tetapi Pemerintah Daerah (Pemda),” pungkas Maulana.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close