Awas, Pakai NIK Orang Lain untuk Registrasi Kartu SIM Terancam Pidana

05:00
210
JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi Nomor 21 Tahun 2017, mulai hari ini, Selasa (31/10/2017), pelanggan (pem

JAKARTA, SENAYANPOST.com -Masyarakat diingatkan agar tidak memakai nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (NKK) milik orang lain untuk registrasi kartu prabayar. Jika itu dilakukan, maka bisa dikenai sanksi pidana.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad Ramli menjelaskan, ketentuan pidana itu sudah secara jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

“Di UU Nomor 24 Tahun 2013 ada sanksi pidananya,” tegas Ramli di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Aturan ini tepatnya tedapat dalam Pasal 94, yang berbunyi: “Setiap orang yang tanpa hak menyebarluaskan Data Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 Ayat (3) dan Data Pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 Ayat (1a) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).”

Ramli mengatakan, belakangan melihat adanya aktivitas sejumlah warganet yang hendak membuktikan bahwa mereka bisa mendaftarkan kartu prabayar mereka dengan NIK dan NKK yang didapat dari warga lain. Ia menyesalkan hal tersebut.

“Saya meminta aktivitas tersebut dihentikan,” imbaunya.,

Ia melanjutkan, selama ini data NIK dan KK seseorang bisa saja tersebar luas karena berbagai keperluan, seperti melamar kerja, kredit kendaraan, ataupun administrasi perbankan.

Oleh karena itu, pemerintah bekerja sama dengan operator sedang merancang fitur yang membuat masyarakat bisa mengecek apakah NIK dan nomor KK miliknya sudah digunakan oleh orang lain. Caranya cukup melalui SMS.

Apabila NIK dan KK digunakan oleh nomor yang tak dikenal, sang pemilik bisa datang ke gerai operator. Operator pun bisa mencabut data NIK dan KK yang sudah didaftarkan di nomor tak dikenal dan mengembalikannya ke pemilik asli.

Namun, operator tidak menyediakan fitur unreg (pembatalan registrasi) langsung dari SMS. Sebab, fitur itu justru dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Tinggal datang ke gerai operator dan di-unreg,” ucapnya.

Semua operator telekomunikasi diharapkan sudah menyiapkan fitur ini pada 20 November mendatang.

Comments

comments