Kriminal

Atap SDN Gentong Ambruk lantaran Tersangka Kurangi Bahan Bangunan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kontraktor proyek DM dan S telah ditetapkan sebagai tersangka insiden atap roboh SDN Gentong, Kota Pasuruan. Kedua tersangka berasal dari pihak swasta atau kontraktor yang berbeda, yakni CV ADL dan CV DHL.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan, menyebut pembangunan konstruksi SDN Gentong menyalahi aturan. Sebab konstruksi bangunan dikurangi, tidak sesuai dengan standar yang ditentukan.

Gidion menjelaskan, pembangunan kolom beton penyangga gedung sekolah seharusnya diisi 4 besi. Namun, dikurangi oleh tersangka menjadi 3 besi. Sementara itu, diameter besi bangunan juga dikurangi, yakni 12 millimeter menjadi 8 milimeter.

“Besinya kalau sesuai perencanaan itu besi 12 (mili) tapi ini istilahnya besi banci. Kalau dari uji laboratorium ketemu 8 koma sekian mili. Lingkarnya (dipakai) diameternya 8 koma sekian mili. Nah ini salah satu kolom di salah satu sudut yang seharusnya diisi 4 menjadi 3,” katanya dikutip dari kumparan.

“Maka kekuatan konstruksinya ya sudah pasti akan roboh, tinggal nunggu waktu,” imbuhnya.

Selain itu, tersangka juga menggunakan bahan bangunan pasir tidak sesuai standar. Para tersangka menggunakan pasir berkualitas rendah. Akibat perbuatan tersebut, penyangga atap gedung tak kuat dan roboh.

“Saya akan tunjukkan pengujian terhadap kekuatan beton. Istilahnya menggunakan Hammer Test kemudian ada pasir bahan baku yang intinya bahan baku hasil pengujian tidak sesuai dengan pasir yang direncanakan. Yang terkenal paling bagus pasir Lumajang daya ikatnya cukup bagus, ini pasirnya biasa,” jelasnya.

“Kemudian galvalum ya ini galvalum atau rangka rangka baja rangka baja ringan sebagai reng, kemudian itu tempatnya genteng,” beber Gidion.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close