Kesehatan

AstraZeneca Siap Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Perusahaan farmasi yang tercatat di Bursa New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange, AstraZeneca PLC, bakal memproduksi 2 miliar dosis vaksin virus corona baru penyebab Covid-19, termasuk 400 juta untuk AS dan Inggris, serta 1 miliar untuk masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dilansir CNBC Indonesia, CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan, perusahaan berencana mulai mendistribusikan vaksin ke AS dan Inggris pada September atau Oktober mendatang, dengan kesiapan pengiriman secara stabil pada awal 2021.

AstraZeneca mengatakan telah menandatangani perjanjian lisensi dengan Serum Institute of India untuk mengirim 1 miliar dosis kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 400 juta di antaranya akan dikirimkan pada akhir tahun 2020.

Vaksin, bernama AZD1222, pada awalnya dikembangkan oleh Universitas Oxford di Inggris dan AstraZeneca bekerjasama dengan mitra industri farmasi untuk memproduksi dan mendistribusikan obat.

Situs resmi perusahaan mencatat, AstraZeneca adalah perusahaan farmasi yang didirikan pada 6 April 1999 dan merupakan hasil merger dari perusahaan Swedia Astra AB dan perusahaan Britania, Zeneca Group PLC.

Hingga 31 Desember 2019, pekerjanya mencapai 70.600, di mana 48,3% berada di pasar berkembang termasuk China, Rusia, Amerika Selatan dan Tengah, Timur Tengah dan Afrika, serta Asia Pasifik, lalu sebesar 26,5% di Eropa, 18,1% di AS, dan 7,1% di Jepang, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

AstraZeneca diperdagangkan di tiga bursa sekaligus yakni London Stock Exchange, Stockholm Stock, dan New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham AZN di tiga bursa tersebut.

Penjualan produk naik terus dalam 3 tahun terakhir. Pada 2019 penjualan produk perusahaan mencapai US$ 23,6 miliar atau Rp 330 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$), naik 15% dari tahun sebelumnya. Pada 2018, penjualan produk juga naik 4% menjadi US$ 21 miliar, sementara pada 2017 penjualan sempat turun 5% menjadi US$ 20,2 miliar.

Saham AstraZeneca PLC dengan kode AZN di London Stock Exchange ditutup minus 0,77% di level 8.530 pounsterling per saham pada Kamis (4/6/2020). Sahamnya berkapitalisasi pasar US$ 139 miliar.

Di NYSE, saham berkode AZN juga minus 2,05% di level US$ 53,87/saham dengan kapitalisasi pasar US$ 141,4 miliar pada penutupan Kamis malam, atau Jumat waktu Indonesia.

Lebih lanjut, SorCEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan distribusi vaksin itu tergantung pada uji klinis yang berlangsung pada Agustus mendatang. Uji klinis dan pembuatan vaksin akan dilakukan secara bersamaan, yang merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk industri farmasi karena risiko memproduksi obat corona yang mungkin tidak berfungsi.

“Kami sangat fokus dan sangat berkomitmen. Ketika Anda memiliki sesuatu seperti ini, dengan pandemi semacam ini dan dampak yang luar biasa pada orang-orang, ekonomi, dan lain-lain,” kata Soriot.

“Anda tidak dapat menebak apa yang akan terjadi. Anda tidak dapat menghabiskan waktu untuk mencari tahu apakah itu akan berhasil atau tidak akan berhasil, Anda hanya harus berkomitmen. … Kami datang dan bertaruh pada beberapa hal ini,” tegasnya.

Jenner Institute dari Oxford University juga bekerja dengan Oxford Vaccine Group untuk mengembangkan vaksin AZD1222 yang mencakup protein dari strain virus SARS CoV-2, yang menyebabkan penyakit coronavirus yang dikenal sebagai Covid-19. Saat ini sedang dilakukan uji obat di sekitar 10.000 sukarelawan dewasa. AstraZeneca menyatakan sejauh ini uji coba dinilai “aman dan ditoleransi dengan baik”

Ditanya apakah vaksin itu akan berfungsi, Soriot menegaskan, “peluang kerja vaksin saya akan mengatakan bahwa kita semua memiliki harapan yang sangat baik, dari apa yang telah kita lihat sejauh ini,” katanya.

Dia menambahkan bahwa perusahaan sedang membuat database yang komprehensif tentang informasi keselamatan dan berharap melakukan uji klinis dengan lebih dari 50.000 sukarelawan. (MU)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close