Politik

Aspirasi Politik HTI Disebut Bakal Disalurkan di Ijtima Ulama II

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dijadwalkan bakal menghadiri ijtimak ulama jilid dua yang rencananya digelar pada 16 September 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Presidium Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat menghadiri sebuah diskusi di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

“Kawan HTI juga pendapatnya, argumentasinya, akan bisa disalurkan di Ijtimak Ulama II,” terang Slamet.

Kedatangan HTI di Ijtimak Ulama II juga dikonfirmasi oleh Jubir HTI Ismail Yusanto. Ia mengatakan dirinya diundang dalam musyawarah tersebut.

“Iya Insya Allah saya diundang,” terang Ismail.

Menurut dia Ijtimak Ulama II bakal secara konkret meresmikan dukungan ulama kepada pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Terkait arah dukungan HTI di Pilpres 2019, Ismail mengatakan pihaknya tidak akan mendukung pemimpin yang menzalimi ulama, membubarkan organisasi dakwah dan ingkar janji.

“Pemimpin yang banyak ingkar janji tidak boleh dipilih lagi, pemimpin yang mengkriminalisasi ulama, pemimpin yang justru membubarkan kelompok dakwah,” ujarnya.

Kontrak Politik Ulama dengan Paslon

Slamet mengatakan dalam Ijtimak Ulama II, para ulama akan membuat kontrak politik dengan pasangan calon yang didukungnya di Pilpres 2019.

Kontrak politik itu, kata Slamet, berisi komitmen pasangan calon agar memperjuangkan komitmen dan aspirasi umat. Kendati begitu Slamet tidak merinci isi dari kontrak atau pakta integritas yang akan ditandatangani ulama dan pasangan calon.

“Kan ada komitmen politik seharusnya bersedia terpilih harus memperjuangkan komitmen umat kan. Saya pikir itu sesuatu yg lumrah,” ujar Ismail.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan Ijtimak Ulama jilid II ini digelar dengan semangat pergantian presiden terkait Pilpres 2019.

Yusuf menerangkan, tujuan Ijtimak Ulama yang digelar kedua kalinya ini hanya untuk memastikan peran ulama dalam dukungan untuk pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, serta komitmen keduanya atas kesepakatan dari hasil Ijtima.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close