Hukum

Asisten Menpora Terima Rp 11,5 Miliar

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Miftahul Ulum, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, disebut menerima Rp 11,5 miliar serta ATM dan buku tabungan dari pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyebut uang untuk Ulum diterima dari Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara KONI, Johnny E Awuy

“Untuk memenuhi commitment fee yang diminta, Ending dan Johnny telah memberikan suap kepada Mulyana, Adhi dan Eko untuk mempercepat persetujuan dana hibah. Juga diberikan ke Miftahul Ulum selaku aspri menteri melalui arief yang selurhnya berjumlah Rp 11,5 Miliar,” kata hakim Arifin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (20/5/2019).

Arifin menjelaskan secara rinci pemberian uang itu. Transfer uang diberikan selama kurun waktu akhir November-awal Desember 2018.

Pemberian pertama, Ending menyerahkan uang Rp 2 miliar kepada Ulum di lantai 12 gedung KONI Pusat, pada Maret 2018.

Pemberian kedua, Ending menyerahkan Rp500 juta kepada Ulum di ruang kerja Ending di lantai 12 KONI Pusat, pada Februari 2018.

Pemberian ketiga, Johnny menyerahkan uang sejumlah Rp 3 miliar kepada suruhan Ulum yaitu Arief Susanto selaku staf protokoler Kemenpora RI di lantai 12 gedung KONI Pusat, pada Juni 2018

Pemberian keempat, Ending menyerahkan uang sebesar Rp 3 miliar kepada Ulum di ruang kerja Ending di lantai 12 gedung KONI Pusat, pada Mei 2018.

“Kelima, sebelum lebaran 2018, Ending memberikan uang sejumlah Rp 3 miliar dalam bentuk mata uang asing kepada Ulum di lapangan tenis Kemenpora dan uang itu ditukarkan Johnny atas perintah Ending sekitar beberapa hari sebelum lebaran,” kata dia.

Sementara itu, hakim Rustiono, mengatakan Johnny pernah mentransfer uang Rp 50 juta kepada Ulum. Selain itu, Johnny juga menyerahkan atm dan buku tabungan cabang senayan kepada Ulum.

“Johnny E Awuy pernah mentransfer kepada Miftahul Ulum saat Johnny ada di Papua dan Ulum ada di Jeddah. Johny mentransfer Rp 20 juta lalu saat kembali ke Jakarta, Johnny melapor ke Ending dan Johny mentransfer lagi Rp 30 juta sehingga total yang ditransfer ke Miftahul Ulum adalah Rp 50 juta,” kata Rustiono.

Namun, kata dia, fakta-fakta persidangan Ulum secara tegas membantah pemberian uang tersebut.

“Fakta-fakta persidangan tersebut berkaitan pemberian uang dari KONI ke Kemenpora, Eni Purnamawati pernah memberikan uang ke Miftahul Ulum, aspri menpora dan Arief Susanto, protokoler menpora. Tetapi dibantah secara tegas oleh Miftahul Ulum dan Arief,” tambahnya, seperti dikutip tribunnews.com.

Untuk diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis pidana penjara selama 2 tahun dan 8 bulan, pidana denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan kepada Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy.

Sedangkan, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis pidana penjara selama 1 tahun dan 8 bulan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan kepada Bendahara KONI, Johnny E Awuy. (JS,)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close