Internasional

ASEAN Belum Miliki Perjanjian Mekanisme Penyaluran Bantuan Bencana

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Kawasan Asia Tenggara termasuk rawan terhadap berbagai bentuk bencana alam dan kerap terjadi, namun ternyata belum memiliki mekanisme penyaluran bantuan untuk penanggulangan bencana.

Bahkan dalam praktiknya, proses permintaan dan penerimaan bantuan kemanusiaan seringkali diwarnai ketegangan karena tidaknya adanya pengaturan dan koordinasi yang bauik antranegara korban dengan pihak donor, kuatnya penerapan prinsip kedaulatan negara dan non intervensi oleh negara.

Melihat kondisi tersebut, Natalia Yeti Puspita, SH., M.Hum., Kandidat Doktor Ilmu Hukum UGM mengatakan diperlukan kewenangan ASEAN sebagai sebuah organisasi internasional dalam membuat perjanjian internasional tentang tanggap darurat bencana.

“Hal ini diperlukan sehubungan kuatnya prinsip kedaulatan negara dan non intervensi yang diterapkan oleh negara-negara anggota Asean,” kata Natalia dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Hukum UGM, Senin (9/7).

Dosen Unika Atmajaya Jakarta ini mengatakan, sudah seyogyanya Asean sebagai organisasi internasionak diberikan kewenangan berkerja sama dengan pihak eksternal dalam membuat perjanjian internasional yang lebih luas.

“Seketariat Jenderal Asean dapat turut serta dalam pembuatan perjanjian internasional tentang tanggap darurat bencana alam di kawsan asia tenggara dyang dituangkan dapat agreement,” katanya.

Disamping itu, diperlukan petunjuk teknis pelakasanaan mengenai syarat dan kewajiban suatu negara di kawsan Asia Tenggara dalam meminta, mencari atau menerima bantauan kemanusiaan terutama saat terjadio bencana alam.

“Dengan begitu memudahkan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam dan mengintensifkan perlibatan peran asean sebagai oganisasi intrenasional,” ujarnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close