Internasional

AS dan China Kembali Kenakan Tarif Impor Baru

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tensi dagang dengan Amerika Serikat yang menjadi salah satu penyebab perlambatan ekonomi China semakin memanas. Padahal, pekan ini pejabat dari kedua pemerintahan mulai kembali berdiskusi untuk mencari titik tengah dari perselisihan dagang itu.

Per Kamis (23/8/2018), China dan AS telah sama-sama memberlakukan tarif sebesar 25% untuk produk impor masing-masing negara yang senilai US$16 miliar.

Adapun produk China yang akan dikenakan tarif oleh AS a.l. sepeda motor, turbin uap, dan gerbong kereta. Sementara itu, China menargetkan produk AS seperti batu bara, perangkat medis, mobil, dan bus.

Kementerian Perdagangan China pun menyebut Washington “tetap keras kepala” karena mengimplementasikan tarif di tengah-tengah perundingan.

“China dengan tegas menolak dan akan terus mengambil langkah-langkah pembalasan,” tulis Kementerian Perdagangan China lewat pernyataan, yang dikutip dari Reuters, Kamis (23/8/2018).

Dengan begitu, China berencana akan mengajukan berkas keluhan terhadap tarif terbaru AS tersebut ke Organisasi Dagang Dunia (WTO).

Adapun berdasarkan laporan riset dari analis di Moody’s Investors Service, tensi perdagangan antara AS dan China diperkirakan akan terus memburuk pada tahun ini dan akan memberatkan pertumbuhan ekonomi global pada tahun depan.

“Sebagian besar dampak dari restriksi dagang terhadap pertumbuhan ekonomi akan terasa pada 2019,” tulis laporan tersebut.

Adapun pejabat AS dan China tetap dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan kendati Presiden AS Donald Trump pesimis terkait hasilnya.
Berdasarkan sumber yang mengerti jalannya diskusi, pertemuan tersebut pun tidak diharapkan dapat mempertemukan para pejabat level tinggi dan hanya akan menghasilkan pernyataan bersama.

Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen dijadwalkan akan bertemu dengan Penasihat Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional AS David Malpass pada Rabu (22/8/2018) dan Kamis (23/8/2018). (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close