Internasional

AS: China Bangun Fasilitas Militer di Laut China Selatan

SINGAPURA, SENAYANPOST.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis menuduh China telah melakukan intimidasi di kawasan Laut China Selatan.

Mattis berbicara dalam pertemuan tahunan menteri pertahanan dunia Shangri-La Dialogue di Singapura, dilansir AFP Sabtu (2/6/2018).

Menhan 67 tahun itu mengungkapkan, dirinya menerima laporan bahwa China telah membangun fasilitas militer di Laut China Selatan.

Antara lain sistem rudal anti-kapal perang, sistem pertahanan anti-serangan udara, serta pengacak jaringan perangkat elektronik di tujuh titik Kepulauan Spratly.

Selain itu, China dilaporkan menempatkan pesawat pembom strategis di Pulau Woody yang masuk di dalam kawasan Kepulauan Paracel.

“Meski China berkata sebaliknya, penempatan sistem persenjataan ini menunjukkan mereka bertujuan melakukan intimidasi dan paksaan,” ujar Mattis.

Kebijakan China di Laut China Selatan disebut Mattis sangat bertolak belakang dengan strategi keterbukaan yang dipromosikan oleh AS.

“AS bakal terus melanjutkan hubungan yang konstruktif dan berorientasi hasil dengan China,” tuturnya dilansir dari Sky News.

Mantan jenderal Korps Marinir AS itu memperingatkan ada konsekuensi jika China masih terus melakukan militerisasi di kawasan tersebut.

Pernyataan Mattis itu direspon jenderal China, He Lei, sebagai pernyataan yang “sangat tidak bertanggung jawab dari negara lain”.

He berkata, kebijakan pemerintahan Xi Jinping itu dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri dari segala invasi asing.

“Selama di wilayah China, kami berhak menempatkan militer atau sistem persenjataan untuk melindungi negara,” tegas He.

Sementara harian China Global Times melaporkan, militerisasi dilakukan karena AS terus menempatkan militernya di sana.

Terakhir pada pekan lalu, Washington mengirim dua kapal perangnya, Higgins serta Antietam, berlayar di sekitar pulau sengketa.

“Keberadaan militer AS memaksa China secara alamiah meningkatkan kemampuan sistem persenjataan mereka di kawasan,” beber Global Times. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close