Internasional

AS Berharap Denuklirisasi Korut Tuntas pada 2020

SEOUL, SENAYANPOST.com – Amerika Serikat berharap pelucutan senjata di Korea Utara (Korut) bisa rampung pada 2020 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Seoul, Korea Selatan pasca-pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Kim Jong-un, Selasa (12/6) lalu.

“Denuklirisasi besar kami harapkan bisa rampung dalam dua setengah tahun ke depan,” kata Pompeo dilansir AFP via Times of Israel Rabu (13/6).

Pada 2020 dilaporkan merupakan akhir dari masa jabatan Trump. Pompeo juga menekankan denuklirisasi itu haruslah menyeluruh dan transparan.

“Denuklirisasi itu tidak bisa dikatakan menyeluruh dan transparan jika dilakukan validasi maupun verifikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu juga membela keputusan Trump untuk menghentikan latihan militer dengan Korsel.

Saat konferensi setelah pertemuan dengan Kim, menyebut latihan militer tahunan tersebut merupakan tindakan provokatif dan sangat mahal.

Kritik kemudian berhembus kencang kepada presiden 71 tahun itu, yang menuduhnya terlalu memberi banyak kelonggaran kepada Korut. Belum lagi muncul kekhawatiran bahwa upaya Trump membangun hubungan dengan Korut bisa melemahkan aliansi AS dengan Korsel.

Pompeo beralasan, latihan perang berkode Foal Eagle dan Key Resolve itu bisa kembali diaktifkan jika negosiasi dengan Korut buntu.

“Untuk saat ini, Presiden telah menekankan latihan militer bisa mempengaruhi negosiasi positif yang tengah berjalan,” ucap Pompeo.

Dia yakin sekembalinya ke Washington, para diplomat AS dan Korut bakal kembali bertemu untuk membahas soal poin lain yang tidak dibahas dalam pertemuan.

Sebelumnya, dalam pertemuan di Hotel Capella, Singapura, Kim dan Trump menandatangani deklarasi yang memuat empat poin penting. Di antaranya AS dan Korut bakal membentuk hubungan baru, membangun perdamaian, denuklirisasi total, hingga menyelesaikan masalah tahanan perang. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close