Ekonomi

AS Bakal Pangkas Pajak Pekerja Untuk Hindari Resesi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Amerika Serikat (AS) kemungkinan bakal memangkas pajak gaji para pekerja sebagai salah satu langkah untuk menghindari ekonomi jatuh dalam resesi. Rencana tersebut kini sedang digodok pemerintah negeri Paman Sam itu supaya bisa masuk dalam paket kebijakan ekonomi yang mungkin akan dirilis.

Laporan Media AS menyatakan Presiden Donald Trump bersikeras ekonomi negara Adidaya itu dalam kondisi sehat. Tetapi hal sebaliknya diungkapkan pejabat senior Gedung Putih, yang menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan beberapa langkah untuk merangsang agar ekonomi tidak jatuh ke dalam resesi.

Salah satu kebijakan yang saat ini dipikirkan adalah, memotong pajak gaji untuk meningkatkan pendapatan bulanan para pekerja, Selain kebijakan tersebut, ada rencana bahwa mereka akan  mempertimbangkan  untuk mengurungkan niat mengenakan tarif baru pada barang-barang China.

Namun dikutip dari AFP, diskusi mengenai rencana tersebut masih dalam tahap awal. Para pejabat di AS belum mengemukakan gagasan itu kepada Trump; orang yang harus meminta persetujuan dari Kongres.  Pejabat Gedung Putih malah membantah laporan  atau rencana tersebut.

Mereka menyatakan, “memotong pajak gaji bukan sesuatu yang dipertimbangkan saat ini.”

Trump mendorong kembali terjadinya pembicaraan tentang resesi yang membayangi ekonomi AS. Dorongan diberikan setelah serangkaian laporan data AS menunjukkan sinyal beragam atas kondisi ekonomi Negeri Paman Sam.

“Saya siap untuk segalanya. Saya tidak berpikir kami mengalami resesi. Kami melakukannya dengan sangat baik,” kata Trump seperti dikutip dari  AFP, Selasa (20/8).

“Dan sebagian besar ekonom benar-benar mengatakan bahwa kita tidak akan mengalami resesi.” tambahnya.

Sebuah survei yang dirilis pekan ini menunjukkan bahwa mayoritas ekonom memperkirakan ekonomi AS akan mengalami resesi. Dari 226 responden yang disurvei, 34 persen di antaranya mengatakan resesi akan terjadi pada 2021.

Sementara itu, 38 persen lainnya memperkirakan resesi akan terjadi pada 2020. Hanya dua persen responden yang mengatakan resesi akan terjadi pada 2019 ini.
KOMENTAR
Tags
Show More
Close