Hukum

Arus Balik, Petugas Halau 1.085 Kendaraan dari Jateng Menuju Jakarta

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Arus balik Lebaran menuju Jakarta masih ramai. Namun, seperti diketahui, Jakarta telah mewajibkan orang yang bepergian harus memiliki surat izin keluar/masuk (SIKM). Mereka yang ke arah Jakarta dan tidak mengantongi SIKM akan diminta putar balik.

Beberapa pos penyekatan untuk menghalau pemudik yang kembali ke kota telah didirikan.

Tak cuma di perbatasan Jabodetabek, pemudik yang berkendara menuju kota perantauan pun dihalau. Misalnya di Jawa Tengah sebelum masuk Jawa Barat dan DKI Jakarta.


Dikutip NTMC Polri, menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna personel gabungan TNI/Polri serta Dinas Perhubungan telah menghalau sebanyak 1.085 kendaraan dari Jawa Tengah yang akan menuju ke Jakarta sampai kemarin. Pengendara disuruh putar balik dan dilarang melanjutkan perjalanan ke arah Jawa Barat atau Jakarta.

“Penyekatan arus balik terhitung dari lebaran H+2 hingga H+5 sekarang ini, dari 12 titik penyekatan paling banyak dilakukan adalah di Pos Tol Kalikangkung. Jumlah kendaraan yang sudah diputarbalikkan arah kembali menuju Semarang dengan arus balik ini sebanyak 1.085 kendaraan, dari jumlah tersebut memang paling banyak di Pos Kalikangkung, yakni 624 kendaraan,” kata Iskandar.

Di Pos Kalikangkung telah dilakukan pemeriksaan yang ketat. Kendaraan logistik dan kendaraan pribadi dipisahkan jalurnya di pos penyekatan.

Kendaraan dengan pelat nomor luar kota, terutama yang menuju Jawa Barat dan Jakarta dilarang melanjutkan perjalanan dan langsung diminta putar balik.

“Kendaraan-kendraan pelat H dari Semarang atau dari Jateng yang menuju Jawa Barat atau Jakarta kita lakukan pemeriksaan ketat. Keperluannya apa, tujuannya ke mana, apakah syarat-syaratnya sudah dipenuhi, kalau tidak memenuhi syarat kita minta putar balik kembali ke Semarang atau Jawa Tengah. Sebab Jakarta dan Jawa Barat sudah memberlakukan PSBB, di mana di sana syaratnya lebih ketat lagi, maka daripada disuruh balik dari Jakarta lebih baik dari Jateng diperketat,” katanya.

KOMENTAR
Show More
Back to top button
Close
Close