Internasional

Arab Saudi Kembali Gagalkan Serangan “Drone” Houthi yang Incar Bandara

RIYADH, SENAYANPOST.com – Pasukan Arab Saudi, pada Jumat (14/6/2019), berhasil mencegat lima perangkat drone yang mengancam bandara di barat daya wilayah kerajaan.

Lima buah pesawat tak berawak itu dilaporkan menargetkan Bandara Abha, yang berada di wilayah pegunungan, dekat kota Khamis Mushait.

Serangan itu menjadi yang kedua kalinya dalam tiga hari terakhir yang mengincar bandara tersebut, setelah sebelumnya, pada Rabu (12/6/2019), serangan oleh pemberontak Houthi menyebabkan 26 orang luka-luka.

“Angkatan udara kerajaan dan pasukan pertahanan udara Saudi telah berhasil mencegat dan menghancurkan lima pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh milisi Houthi yang menargetkan Bandara Abha dan kota Khamis Mushait,” kata angkatan udara dalam pernyataannya.

Bandara tersebut tetap beroperasi secara normal dan tidak mendapat gangguan dari pertikaian yang terjadi.

Serangan drone pada Jumat (14/6/2019) juga menjadi serangan drone kedua dari Houthi yang memasuki wilayah Arab Saudi.

Pada Senin (10/6/2019), pasukan koalisi Arab Saudi juga mengklaim telah menembak jatuh dua unit pesawat nirawak yang diyakini berasal dari kelompok Houthi di Yaman.

Drone atau pesawat tak berawak itu menargetkan kota Khamis Mushait di selatan kerajaan Saudi dan tidak menimbulkan kerusakan maupun korban setelah berhasil dicegat.

Televisi Al-Masirah yang dikelola kelompok Houthi, sebelumnya telah melaporkan bahwa pemberontak yang berpihak pada Iran tiu telah melakukan serangan pesawat tak berawak ke Bandara Abha.

Pemberontak yang telah menghadapi pemboman dari koalisi sejak 2015 itu tengah meningkatkan serangan rudal dan drone melintasi perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.

Dilaporkan AFP, juru bicara koalisi Turki al-Malki menuturkan serangan terhadap bandara itu dilakukan oleh “teroris” karena menargetkan wilayah publik, dan bisa dikategorikan sebagai “kejahatan perang”.

Dia menegaskan koalisi yang dipimpin Saudi bakal mengambil “langkah tegas” untuk menghancurkan kelompok pemberontak Yaman itu, dan melindungi warga sipil. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close