Ekonomi

Aplikator Transportasi Online Wajib Jadi Perusahaan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, perusahaan penyedia jasa aplikasi (aplikator) transportasi online harus mengubah sektor bisnisnya menjadi perusahaan transportasi.

Hal itu akan diatur dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“Kami ingin perusahaan aplikator transportasi online menjadi perusahaan transportasi,” ujar Budi di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Dengan perubahan status bisnis aplikator menjadi perusahaan transportasi, pengemudi transportasi online dapat berhubungan langsung dengan aplikator.

“Selama ini aplikator menerima langsung pengemudi yang seharusnya melalui badan hukum. Apabila nanti aplikator menjadi perusahaan transportasi, mereka bisa berhubungan langsung dengan pengemudi atau sebaliknya,” kata dia.

Baca juga: Pakar Transportasi: UU Lalu Lintas Tak Perlu Direvisi Hanya Karena Angkutan Online

Namun demikian, Budi Karya bilang, pihaknya masih akan mendiskusikan revisi aturan tersebut kepada para pemangku kepentingan yakni, kementerian/lembaga terkait dan aplikator transportasi online.

Meski aturan tersebut sedang dalam tahapan pembahasan untuk diubah, Permenhub 108 tahun 2017 akan tetap berlaku sebagai payung hukum dan tak ada penangguhan.

“Permenhub 108 tetap menjadi payung hukum untuk legitimasi bagi driver (pengemudi) online dalam melaksanakan operasionalnya. Berarti tidak ada pencabutan pembatalan atau penundaan, namun kami akan mengakomodasi masukan-masukan,” kata Budi Karya.

Budi menjelaskan aplikator tetap bisa menjadi penyedia jasa transportasi online seperti biasanya, selama belum diwajibkan menjadi perusahaan transportasi.

“Untuk badan hukum yang sudah memayungi pengemudi online, kami akan berikan ruang agar itu tetap berlangsung,” kata Budi.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close