Transportasi

Aplikator Taksi Online Bakal Diwajibkan Pasang ‘Panic Button’

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan untuk pengaturan angkutan sewa khusus – sebutan untuk taksi online – akan memaksa adanya panic button pada aplikasi baik di ponsel pelanggan maupun ponsel pengemudi.

Kepala Sub Direktorat Angkutan Orang, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Syafrin Liputo, Sabtu (10/11/2018) mengatakan, adanya panic button ini akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan maupun pengemudi.

“Jika terjadi sesuatu, maka bisa memencet panic button, sehingga operator dapat segera mengambil langkah yangtepat. Pun polisi bisa segera memberikan bantuan,” katanya di Yogyakarta.

Kegiatan yang menghadirkan jajaran Dinas Perhubungan, Organda dan perwakilan pengemudi taksi online dan kalangan pemerhati masalah angkutan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung no. 15P/HUM/2018 atas Permenhub no. PM 108/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak Dalam Trayek.

Terhadap hal itu, ujarnya Kementerian Perhubungan telah menyiapkan Peraturan Menteri Perhubungan terkait Pengaturan Angkutan Sewa Khusus.

Pengaturan lewat peraturan menteri yang kini sedang memasuki uji publik ini, lanjutnya, juga mengatur kuota keberadaan taksi online. Menurut dia, kuota ini dimaksudkan untuk melindungi baik pengemudi maupun masyarakat pengguna jasa.

Peraturan Menteri itu jelasnya juga akan mengatur kuota keberadaan taksi online, sehingga keberadaannya sesuai dengan keperluan di lapangan.

“Demikian pula terkait dengan penetapan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Tarif batas atas untuk melindungi pengguna jasa agar tidak mendapatkan tarif yang terlalu tinggi, sedangkan tarif batas bawah untuk melindungi operator agar tidak mendapatkan tarif yang terlalu rendah,” katanya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close