Nasional

Aplikasi Telegram Diblokir Kembali

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah kembali akan memblokir aplikasi Telegram. Pemblokiran ini, karena Telegram dinilai telah menyalahi aturan yang tetap memuat konten terorisme.

“Konten-konten terorisme kembali marak di Telegram,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis malam (9/8/2018).

Rudiantara menjelaskan, sejauh ini pohaknya terus melakukan koordinasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menghadapi terorisme di media sosial.

“Telegram malah masih dipakai terus oleh tanda kutip para terafiliasi minimal dengan terorisme. Saya juga lagi berpikir apa mau tutup lagi. Tahun lalu Pavel Durov memang sudah bersihkan konten terorisme, sekarang banyak lagi. Jadi kumat lagi,” kata Rudiantara.

Rudiantara kembali meminta aplikasi pesan instan besutan Durov bersaudara ini untuk membuka akses bagi aparat keamanan untuk memberantas terorisme. Apabila akses dibuka, Rudiantara mengatakan tidak akan memblokir Telegram.

“Saya bilang ke Telegram kalau mereka kasih akses ke Densus 88 atau BNPT, saya tidak akan blokir. Ini kan masalah terorisme masa kita diam saja. Kalau anda tidak kasih akses ya saya tutup dulu,” kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan pembukaan akses terkait konten terorisme di Telegram ini akan sangat membantu aparat untuk memberantas Terorisme mulai dari bibitnya.

“Saya minta bantu lah Densus 88 dan BNPT terkait informasi pengguna Telegram dengan konten aktivitas terorisme. Sampai tadi sore belum ada akses,” ujar Rudiantara.

Rudiantara mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan berkomunikasi terkait konten terorisme. Ketika ditanya apakah Rudiantara akan memanggil Durov bersaudara, ia hanya menjawab akan melakukan komunikasi terlebih dahulu.

“Lagi bicara karena akses teknisnya kan bagaimana, sudah sejauh mana. Yang penting komunikasi dulu ya,” ujar Rudiantara. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close