Api Mendekati Pembangkit Listrik, Ratusan Warga Turki Dievakuasi via Laut

Api Mendekati Pembangkit Listrik, Ratusan Warga Turki Dievakuasi via Laut
Ilustrasi | AP

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Petugas penyelamat di Turki mulai mengevakuasi ratusan warga desa via jalur laut setelah kebakaran hutan yang menyelimuti negara itu mencapai tepi luar sebuah pembangkit listrik tenaga panas.

Ribuan ton batu bara diketahui disimpan di pembangkit listrik yang terletak dekat Laut Aegea tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (5/8/2021), sebuah tim AFP melihat para petugas pemadam kebakaran dan polisi setempat menyelamatkan diri dari pembangkit listrik berusia 35 tahun bernama Kemerkoy yang terletak di area Mugla, dengan kobaran api melalap area perbukitan sekitarnya.

Ratusan warga desa setempat, yang kebanyakan meninggalkan rumah setelah mendengar peringatan evakuasi sambil membawa tas kecil berisi barang-barang milik mereka, mulai menaiki sejumlah kapal cepat milik patroli pantai Turki yang disiagakan di pelabuhan Oren.

Otoritas setempat menyatakan 'seluruh bahan kimia bersifat eksplosif' dan material berbahaya lainnya telah dipindahkan dari pembangkit listrik tersebut.

"Namun ada risiko api bisa menyebar hingga ke ribuan ton batu bara di dalam," sebut Wali Kota setempat, Osman Gurun, kepada wartawan.

Para pejabat setempat menuturkan bahwa tangki-tangki hidrogen yang biasa digunakan untuk mendinginkan pembangkit listrik itu, telah dikosongkan dan diisi dengan air sebagai pencegahan.

Laporan media-media lokal Turki menyebut sebagian besar batu bara telah dipindahkan dari pembangkit listrik itu ke sebuah tempat penyimpanan berjarak 5 kilometer sebagai langkah pencegahan saat api pertama kali bergerak mendekat pada awal pekan ini.

Lebih dari 180 kebakaran hutan menghanguskan sebagian besar hutan di Turki sejak melalap perimeter pantai Aegea dan Mediterania. Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas akibat kebakaran hutan tersebut.

Layanan pemantauan satelit Uni Eropa menyebut 'kekuatan radiasi' -- ukuran intensitas kebakaran -- ' telah mencapai nilai yang belum pernah ada sebelumnya di seluruh dataset, yang tercatat sejak tahun 2003'.

Pemerintah Turki tampaknya terkejut dengan skala dan keganasan api dalam kebakaran hutan ini. Kantor Presiden Recep Tayyip Erdogan menyalahkan titik api pertama di dekat Antalya pada para pelaku pembakaran, yang oleh media-media pro pemerintah dikaitkan dengan militan Kurdi yang dilarang.

Namun kini semakin banyak pejabat publik Turki yang mengaitkannya dengan gelombang panas ekstrem yang mengeringkan bendungan dan memicu situasi mudah dilanda kebakaran di sebagian besar wilayah Turki bagian selatan.