Konsultasi Hukum

Apakah Sah Menjual Tanah tanpa Izin Suami/Istri?

Pengasuh rubrik konsultasi hukum Senayanpost yang terhormat.

Pada kesempatan ini saya ingin bertanya kepada pengasuh rubrik ini. Saat ini hubungan kedua orang tua kami sedang tidak baik atau pisah rumah. Ibu kami berada di Jakarta dan Ayah berada di luar pulau.

Saat ini ayah kami ingin menjual sebagian harta (tanah) dan menyewakan rumah, dimana tanah dan rumah tersebut merupakan harta milik bersama orang tua kami.

Pertanyaannya, apakah dalam melakukan jual beli dan atau sewa menyewa tersebut masih harus memerlukan persetujuan Ibu kami? Apa konsekwensi jika jual beli tersebut tanpa persetujuan dari Ibu kami? Terima kasih atas jawabannya.

Hormat kami
Nasir di Jakarta

Jawaban:
Sebelumnya kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Saudara Nasir di Jakarta. Kami turut prihatin dengan keadaan keluarga Anda.

Karena Anda menerangkan keadaan orang tua Anda hanya terpisah jarak saja, maka kami asumsikan bahwa orang tua Anda masih berstatus suami istri.

UU Perkawinan Pasal 35 menjelaskan bahwa harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama. Harta bawaan dari masing-masing suami dan isteri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.

Mengenai harta bersama, suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak (Pasal 36 UU Perkawinan). Dengan demikian, salah satu pihak baik suami atau istri tidak dapat mengesampingkan ataupun meninggalkan pihak lainnya untuk melakukan perbuatan hukum yang berhubungan dengan harta tersebut. Karena kedudukan mereka seimbang yaitu sebagai pemilik harta bersama itu.

Kecuali mengenai harta bawaan masing-masing, suami dan isteri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya.

Terkait pertanyaan Anda, berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menyebutkan syarat sahnya perjanjian yaitu, Kesepakatan para pihak; Kecakapan; Suatu hal tertentu; Sebab yang halal.

Artinya apabila ayah Anda ingin menjual dan atau menyewakan tanah dan rumah yang merupakan harta bersama orang tua anda, maka wajib memerlukan persetujuan dari ibu Anda yang merupakan pemilik sebagian harta bersama tersebut.

Konsekuensi terhadap jual beli dan atau sewa tanah dan rumah apabila tidak melibatkan ibu Anda, perjanjian jual beli atau sewa tersebut tidak memenuhi syarat subjektif, maka perjanjian tersebut dapat dibatalkan.

Salah satu pihak (baik ibu Anda maupun pembeli/penyewa) dapat memintakan pembatalan itu. Perjanjiannya sendiri tetap mengikat kedua belah pihak, selama tidak dimintakan pembatalan.

Demikianlah jawaban dari kami semoga bermanfaat.
Ade Putra Rusli, S.H.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close