Konsultasi Hukum

Apakah Pemberian Kuasa Jual Beli Sah Tanpa Surat Kuasa

Pengasuh rubrik hukum Senayan Post di tempat

Saya diminta tolong oleh keluarga istri untuk membeli sebidang tanah tanpa dilengkapi surat kuasa untuk membeli tetapi hanya kuasa lisan, setelah transaksi jual beli dengan pemilik tanah dibuat kwitansi pembelian dan dalam kwintasi di atas namakan saya. Dalam perjalanan keluarga kami ada masalah lalu atas inisiatif sendiri saya menjual kembali tanah tersebut dan rencana saya akan mengembalikan uang yang diterima yang saat itu untuk membeli tanah. Tetapi rencana pengembalian uang gagal lalu tidak lama kemudian malah saya mendapatkan somasi dengan tuduhan bahwasanya saya melakukan penipuan dan penggelapan. Atas masalah yang saya hadapi saya minta saran dan bagaimana solusinya, karena saya sama sekali tidak ada niat untuk menghaki tanah tersebut tetapi bermaksud tidak mau ada sangkut paut urusan dengan harta milik keluarga istri.

Taufik, Depok

JAWABAN:

Saudara Taufik Yth,

Niat baik saudara untuk membantu membelikan tanah sebenarnya sudah cukup, tetapi dalam tindakan mengatasnamakan diri sendiri dalam kwitansi pembelian adalah tindakan yang fatal kecuali dalam keterangan kwintansi di sebutkan bertindak untuk dan atas nama saudaranya dengan kuasa lisan.

Dan dalam kwintansi tersebut nama saudara saja, menjadi tanah tersebut secara hukum milik saudara sehingga dengan leluasa memindah tangankan dengan kepada pihak lain sebagaimana saudara lakukan.

Perihal pemberian kuasa tanpa surat kuasa dibolehkan oleh hukum sebagaimana sudah diatur dalam Pasal 1793 KUHPerdata:

Kuasa dapat diberikan dan diterima dengan suatu akta umum, dengan suatu surat di bawah tangan bahkan dengan sepucuk surat ataupun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh yang diberi kuasa.

Artinya kuasa pembelian tanah yang diberikan oleh keluarga isteri sudah sah dan mengikat secara hukum.

Terkait dengan somasi yang menuduh saudara telah melakukan penggelapan atau penipuan, hal tersebut bisa saja terjadi karena saudara telah menyalahgunakan keadaan dimana seharusnya setelah menjalankan kuasa melaporkan dan membaliknamankan tanah tersebut kepada pemberi kuasa karena tanah tersebut bukan milik saudara walupun dalam kwintasi diatas namakan Saudara.

Karena tanah tersebut dalam penguasaan saudara bukan dengan kejahatan tetapi dari kepercayaan pemberi kuasa yang disalahgunakan, kemudian saudara menjualnya tanpa ada kuasa atau perintah dari pemiliknya (pemberi kuasa) – terlepas Anda tidak memiliki niat buruk – maka Anda sudah dapat dijerat dengan pasal penggelapan.

Tindakan saudara menjual tanah tanpa seizin pemilik yang sebenarnya sangat merugikan pemilik karena tanah memiliki nilai investasi yang tinggi (harganya selalu naik). Sehingga saudara berisiko hukum, karena disamping dapat dituntut secara pidana dengan tuduhan penggelapan tanah yang dibeli dari uang saudaranya, tapi juga tuntutan ganti rugi secara perdata.

Saran kami, apabila masih mungkin diselesaikan secara kekeluargaan dengan upaya perdamaian itu akan lebih baik dari pada harus melalui pihak yang berwajib dengan cara melaporkan saudara ke ke kepolisian.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga membantu, Terima kasih.

Muhammad Nasir

Advokat Jakarta

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close