NasionalOpiniTokoh

Apakabar Fakhrurrozi Ishaq Gubernur Tandingan Ahok?

 

AHOK nama panggilan Basuki Tjahaja Purnama, menjabat sebagai pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta sejak 16 Oktober 2014 hingga 19 November 2014. Kemudian ia dilantik sebagai Gubernur DKI pada 19 November 2014. Hingga kini masih menjabat.

Sikap penolakan sebagian masyarakat terhadap Ahok, sudah terjadi sejak Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur DKI dan Ahok menjadi wakilnya.

Salah satu unsur masyarakat Jakarta yang menolak Ahok adalah komunitas FPI (Front Pembela Islam). Salah satu aktivis FPI yang gencar menjegal Ahok adalah Fakhrurrozi Ishaq yang namanya tidak tercantum pada Susunan Dewan Tanfidzi DPP-FPI Periode 2015–2020, maupun pada susunan Pengurus Majelis Syura DPP-FPI Periode 2015-2020.

Setidaknya sejak awal tahun 2014, Fakhrurrozi Ishaq sudah turun ke jalan, menjegal Joko Widodo Gubernur DKI yang maju sebagai Capres dari PDI-P. Menjegal Joko Widodo, sekaligus mencegah Ahok jadi Gubernur DKI bilamana Jokowi memenangi Pilpres saat itu.

Namun Joko Widodo tak terbendung, demikian juga Ahok. Joko Widodo menjadi Presiden RI ke-7, dan Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI ke-17 melanjutkan kepemimpinan Joko Widodo.

Di Hari Pahlawan 10 November 2014, sembilan hari sebelum Ahok dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, massa FPI dipimpin Riziek Shihab bersama dengan massa GMJ (Gerakan Mayarakat Jakarta) pimpinan Fakhrurrozi Ishaq menggelar demo di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta.

Massa FPI dan GMJ tumpah ruah menutupi ruas Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sementara itu, pimpinan mereka sedang menjalin pertemuan dengan perwakilan DPRD DKI. Usai pertemuan, Rizieq Shihab (FPI) bersama Abraham Lunggana (DPRD), M. Taufik (DPRD), dan Nasrullah (DPRD) berorasi, menyerukan akan melakukan berbagai upaya melengserkan Ahok.

Pentolan FPI dan GMJ bersama anggota Dewan yang terhormat tadi, menuju ke Balai Kota, bergabung di tengah-tengah massa yang memadati seluruh badan Jalan Kebon Sirih. Saat berada di tengah-tengah massa, Riziek mengeluarkan ancaman: “Kalau pemerintah ngotot dan arogan melantik Ahok, masyarakat Jakarta akan ngotot untuk mengangkat gubernur pilihan rakyat, Kiai Haji Fahrurrozi…”

Ternyata yang dimaksud Riziek dengan Kiai Haji Fahrurrozi adalah Fakhrurrozi Ishaq Ketua GMJ. Sebagaimana diakui oleh Fakhrurrozi Ishaq, penunjukkannya sebagai gubernur versi Riziek merupakan tindakan spontan yang tidak pernah diwacanakan dalam forum rapat sebelumnya.

Beberapa hari kemudian, 13 November 2014, ancaman FPI kembali digaungkan. Kali ini ancaman itu disuarakan oleh Habib Selon (kini sudah meninggal), nama pangggilan dari Salim Umar Al-Attas, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta.

Selon mengancam akan mengepung gedung DPRD DKI Jakarta apabila Ahok tetap dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selain mengancam, Selon juga mengatakan, “… kami tetap mengajukan Fahrurrozi Ishaq, Koordinator Gerakan Masyarakat Jakarta, sebagai gubernur tandingan…”

Ancaman hanyalah tinggal ancaman. Ahok tetap dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada tangal 1 Desember 2014, muncul Gubernur tandingan yang dilantik Luthfi Hakim (Ketua Umum FBR). Pelantikan berlangsung di depan Gedung DPRD, Jl. Kebon Sirih no. 18, Jakarta Pusat 10110. Pelantikan Fakhrurrozi Ishaq sebagai gubernur tandingan konon didukung oleh sekitar 90-an ormas Islam.

Selama ini masyarakat tidak kenal sosok bernama Fakhrurrozi Ishaq, yang konon sering disebut-sebut sebagai sahabat imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Masyarakat juga tidak kenal dengan GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta) yang dipimpin Fakhrurrozi. Nama GMJ baru mengudara saat Riziek memunculkan nama Fakhrurrozi sebagai gubernur versi FPI.

Masyarakat juga tidak pernah tahu bahwa Fahrurrozi adalah anggota FUI (Forum Umat Islam), yang juga pernah menjabat Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP periode 2011-2015. Belakangan Fakhrurrozi Ishaq dikabarkan masuk dalam pengurus DPP Partai Idaman sebagai Ketua Dewan Syuro. Partai Idaman identik dengan sosok Raja Dangdut Rhoma Irama.

Sekitar satu tahun menjelang Pilkada DKI yang dijadwalkan berlangsung Februari 2017, Fakhrurrozi Ishaq kembali menggeliat. Diberitakan, Fakhrurrozi Ishaq dan GMJ-nya mendukung Mohamad Sanusi sebagai bakal calon Gubernur DKI. Dukungan kongkritnya berupa mengumpulkan KTP warga DKI. “Sampai saat ini sudah 1,3 juta lebih KTP yang terkumpul. Bahkan posko-posko kami sudah tersebar di 500 titik yang berjalan di majelis-majelis ta’lim. Target kami sampai 4 juta lebih KTP dukungan.”

Pernyataan itu disampaikan Fakhrurrozi pada pertengahan Maret 2016, sebelum Mohamad Sanusi tertangkap tangan KPK pada 31 Maret 2016. Karena Mohamad Sanusi (bakal calon Gubernur DKI) terbelit kasus korupsi, tentu KTP dukungan sejumlah 1,3 juta tadi, bisa dimanfaatkan dong untuk mendukung Fakhrurrozi Ishaq menjadi bakal calon Gubernur DKI dari jalur independen.

Tapi nggak juga tuh. Fakhrurrozi Ishaq mengaku tidak berniat maju mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta. Ia malah sibuk menggelar demo bersama GMJ-nya, FPI, FBR, dan FUI ke kantor KPK. Intinya, mereka mendesak KPK menangkap Ahok karena korupsi. Cuma sampai di situ?

Sepertinya, Fakhrurrozi cuma berminat jadi Gubernur tandingan doang. (tonto)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close