Apa itu Buyback Saham dan Dampaknya Bagi Investor?

Apa itu Buyback Saham dan Dampaknya Bagi Investor?
Saham

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Buyback saham adalah salah satu istilah yang perlu Anda pahami bila berniat untuk mempelajari investasi di pasar modal.

Anda perlu memahami istilah ini karena buyback saham yang dilakukan oleh emiten, atau perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa, akan berdampak pada portofolio investasi Anda.

Jadi, apa itu buyback saham?

Dikutip dari Investopedia, buyback saham adalah tindakan pembelian kembali saham oleh perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Buyback saham dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi jumlah lembar saham yang tersedia di pasar modal.

Penjelasan Buyback Saham

Seperti dijelaskan sebelumnya, buyback saham adalah tindakan perusahaan membeli kembali saham mereka yang beredar di pasar modal. Terdapat beberapa alasan perusahaan melakukan buyback, misalnya saja untuk meningkatkan nilai dari saham yang masih beredar atau mengurangi oeredarab saham, atau untuk mencegah pemegang saham untuk mengontrol pergerakan harga saham dari perusahaan yang bersangkutan.

Memang agak membingungkan bila diingat kembali, perusahaan menerbitkan saham untuk meningkatkan permodalan.

Namun, seperti dijelaskan sebelumnya dengan membeli saham kembali atau melakukan buyback, emiten bisa meningkatkan nilai atau harga saham karena jumlah saham yang beredar di pasar menjadi lebih sedikit.

Biasanya, buyback saham dilakukan oleh perusahaan ketika merasa harga saham mereka undervalued atau terlalu murah. Buyback dilakukan sehingga investor bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar.

Selain itu, lewat buyback, harga saham juga menjadi lebih menarik bagi investor. Earning per share (EPS) rasio laba perusahaan terhadap setiap lembar saham yang beredar otomatis bakal meningkat.

Untuk diketahui, ada dua cara emiten melakukan buyback, yaitu tender offer dan pembelian langsung lewat pasar terbuka. Lewat tender offer, artinya perusahaan menawarkan pembelian saham kepada pemegang saham di harga tertentu. Hal yang menarik dari tender offer adalah harga yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dibanding harga di pasar.

Sementara, bila buyback dengan membeli saham kembali melalui pasar terbuka, perusahaan membeli langsung di pasar terbuka dengan harga pasar. Pembelian ini dilakukan selama periode tertentu, maksimal 20 persen dari modal disetor.

Setelah periode buyback, perusahaan bisa menjual kembali saham hasil buyback. Dengan penjualan ini, perusahaan akan mendapatkan cash dari serapan saham yang dijual.

Dampak Buyback Saham Bagi Investor

Lalu, apa dampak buyback saham bagi investor?

Kompas.com sebelumnya sempat memberitakan, saham yang dibeli kembali oleh emiten penerbitnya akan lebih likuid transaksinya.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, transaksi jual beli menjadi lebih mudah dengan rata-rata transaksi harian akan meningkat. Dengan buyback saham, nilai saham yang diberi oleh investor pun juga akan meningkat.

Meski, dari sisi harga jual kembali saham ke pasar bursa biasa cenderung agak naik di level tertentu. Namun, penetapan harga jual saham tersebut menurut Dennies, sesuai kebijakan buyback para emiten.

Adapun rentang waktu aksi beli kembali saham oleh para emiten ini antara 6 bulan hingga 1 tahun. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email

"Beda-beda, tergantung kebijakan manajemen. Ada yang enam bulan ada yang satu tahun," sebutnya.