Internasional

Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Ini Peran Baru Mahathir

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mengatakan, dirinya akan membahas rencana suksesi dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Berbicara kepada awak media saat Konvensi Pemuda Nasional 2019, Anwar awalnya ditanyakan perasaannya setelah tepat setahun dibebaskan dari penjara.

Anwar dibebaskan dari penjara dan mendapat pengampunan dari Raja Malaysia pada 16 Mei menyusul kemenangan koalisi Pakatan Harapan dalam pemilu 9 Mei 2018.

Dilansir The Star Rabu (15/4/2019), sesuai kesepakatan jika Pakatan menang, Mahathir bakal menyerahkan kursi PM Malaysia kepada Anwar setelah dua tahun menjabat.

Anwar menuturkan, dia menghormati komitmen dan penjelasan yang disampaikan oleh PM berjuluk Dr M itu. Namun, dia enggan memberikan detil lebih lanjut.

“Saya menyambut baik. Saya tidak ada masalah sama sekali karena Dr Mahathir punya peran dimana beliau membutuhkan ruang untuk melakukannya,” katanya.

Dia menjelaskan jika nantinya dia mendapat kursi orang nomor satu Negeri “Jiran”, politisi yang juga anggota Parlemen Port Dickson itu sudah menyiapkan peran bagi Mahathir.

“Bahkan jika nanti saya menjadi PM, Dr Mahathir masih bakal berperan sebagai negarawan karena sumbangsih beliau terhadap negara ini amat besar,” paparnya dilansir Channel News Asia.

Mahathir sempat menuturkan ketika ditanyakan tentang transisi kekuasaan bahwa dia bakal bertahan jika rakyat masih menginginkannya sebagai PM.

Namun kemudian, dia berulang kali menegaskan dia merupakan sosok yang menghormati komitmen yang sudah dibuat seraya menambahkan bahwa dia merupakan “PM sementara”.

Lebih lanjut, Anwar mengaku sangat bahagia dia sudah melewati satu tahun pasca-dibebaskan dari penjara atas dakwaan sodomi yang disebutnya sarat muatan politik.

Dia mengaku setelah bebas bepergian untuk bertemu dengan para pendukung maupun sahabatnya baik dari berada di tingkat distrik hingga luar negeri.

“Saya bahkan bertemu dengan para pemimpin akar rumput, aktivis, hingga organisasi non-pemerintah,” ujar tokoh politik berusia 71 tahun tersebut.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close