Metropolitan

Anies Unggul di Monas, Ahok Jago Kelola PKL

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Lembaga Survei Populi merilis hasil survei menjelang dua tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Survei ini juga membandingkan kinerja Anies Baswedan dengan gubernur sebelumnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kuesioner dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama (eksperimen) bertuliskan nama gubernur dan program kerja, sedangkan kuesioner kedua (kontrol) hanya berisikan program kerja.

Peneliti Populi, Jefri Ardiansyah, mengatakan sebagian besar masyarakat lebih setuju dengan cara pengelolaan Monas dan banjir di Jakarta oleh Anies Baswedan dibanding Ahok.

“Di era Anies, area Monas dapat digunakan untuk acara pendidikan, sosial, budaya dan keagamaan (kuisioner eskperimen). Area Monas boleh digunakan untuk acara pendidikan, sosial, budaya dan keagamaan (kuisioner kontrol),” ujar Jefri, seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (15/10/2019).

Sebanyak 90,7 persen responden di kuisioner eksperimen setuju dengan kebijakan Anies terkait area Monas yang bisa digunakan untuk berbagai acara. Sedangkan untuk kuisioner koontrol, sebesar 88,0 persen setuju.

Kepuasan ini berbanding agak jauh dengan era Ahok, di mana area Monas tidak dapat digunakan untuk acara pendidikan, sosial, budaya dan keagamaan karena termasuk zona netral. Di kuisioner eksperimen, hanya 58,0 persen setuju dengan kebijakan Ahok. Sedangkan di kuisioner kontrol sebanyak 48,3 persen.

Begitu juga dengan soal penanggungulangan banjir, Anies dinilai lebih unggul daripada Ahok, yakni dengan perbandingan Anies 52% dan Ahok 37% dalam pertanyaan eksperimen.

Namun dalam pertanyaan kontrol, di mana nama gubernur tidak disebut dan hanya metode kebijakannya, sebanyak 50,7 persen justru setuju dengan cara Ahok yang melakukan pelebaran sungai dan betonisasi dengan risiko penggusuran lebih rendah.

Sedangkan 35,7 persen setuju dengan cara Anies yang melakukan pelebaran sungai dan penanaman pohon dengan risiko penggusuran lebih tinggi.

Ahok Unggul Penataan PKL

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bertemu saat pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019)
Meski Anies unggul di kebijakan akan Monas dan penanggungulangan banjir, Ahok masih lebih unggul soal penataan PKL dan pengaduan masyarakat di Balai Kota. Jefri mengatakan, cara penataan PKL di era Ahok dirasa lebih tepat dibanding dengan cara Anies.

“Di era Ahok penataan pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang dilakukan dengan melarang penggunaan trotoar dan jalan untuk berjualan dan merelokasi PKL ke Blok G, sedangkan di era Anies Baswedan penataan PKL Tanah Abang dilakukan dengan memperbolehkan PKL berjualan di trotoar dan jalan serta membangun skybridge untuk PKL berjualan,” ucap Jefri.

Hasilnya, sebanyak 48,7 persen setuju dengan kebijakan Ahok, dan 45,7 persen setuju dengan kebijakan Anies dalam kuisioner eksperimen. Namun, saat pertanyaan diubah dengan tidak menyebutkan nama dari gubernur yang mempunyai kebijakan (kuisioner kontrol), kebijakan Ahok menang telak.

Yakni, sebanyak 63,3 persen setuju dengan kebijakan pelarang penggunaan jalan atau trotoar untuk berjualan dan merelokasi PKL ke Blok G, sedangkan 25,7 persen setuju dengan mengizinkan PKL berjualan di trotoar atau jalan dan membangun skybridge.

Soal pengaduan di Balai Kota, Ahok jugalah menang telak. Sebanyak 63,0 persen responden setuju bahwa cara Ahok yang langsung menjawab dan merespons langsung aduan di Balai Kota lebih baik dari cara Anies, di mana aduan warga diterima dan direspons hanya oleh Dinas terkait.

Hanya 27,3 persen responden setuju dengan kebijakan pengaduan Balai Kota yang dilakukan Anies.

“Dalam model eksperimental ditemukan bahwa secara rasional dengan pertanyaan kontrol menunjukan bahwa program Ahok dianggap lebih baik dari program Anies oleh warga Jakarta,” Jefri mengakhiri. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close