Anies: PSBB Total Berlaku Dua Pekan

Anies: PSBB Total Berlaku Dua Pekan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mulai Senin, 14 September 2020. Langkah ini diambil karena lonjakan kasus positif covid-19 dalam 11 hari terakhir.

"Kita berencana melakukan pengetatan selama dua minggu ke depan," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 11 September 2020. 

Dia meminta warga Jakarta beraktivitas di rumah untuk menekan penularan covid-19. Namun, dia mengingatkan hal ini bukan berarti setelah dua pekan, PSBB berakhir. 

"Tapi kalau kecepatan yang luar biasa ini tidak ada langkah untuk memperlambat, ya ini akan jalan terus," ucap dia. 

Menurut dia, tempat tidur rawat inap, baik isolasi maupun perawatan intensif (ICU), sudah terbatas. Anies pun menyebut PSBB bukan sesuatu yang baru. Bahkan, status Jakarta sampai sekarang masih PSBB. 

"Insyaallah, seperti rencana, PSBB di Jakarta ini belum pernah dicabut," kata dia.

Melesatnya pertambahan kasus covid-19 memaksa Pemprov DKI mengambil kebijakan rem darurat. Keputusan ini diterapkan setelah angka kematian akibat covid-19 meningkat, sedangkan sisa tempat tidur kosong di rumah sakit (RS) rujukan covid-19 makin sedikit.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat tujuh dari 67 RS rujukan covid-19 di DKI Jakarta sudah penuh 100 persen. Sementara itu, 46 rumah sakit rujukan terisi 68,6 persen. Hanya 14 rumah sakit yang kapasitas ruang isolasinya baru terisi 20,9 persen.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kasus covid-19 di DKI naik usai PSBB total dihentikan. PSBB berakhir Kamis, 4 Juni 2020, yang diganti menjadi PSBB transisi pada Jumat, 5 Juni 2020, hingga sekarang.

Informasi yang dihimpun, saat PSBB dimulai Jumat, 10 April 2020, hingga awal Juni, penambahan harian kasus covid-19 di Jakarta di bawah 200 pasien. Pada PSBB transisi, kasus baru di DKI meroket hingga bertambah 1.450 kasus Kamis, 10 September 2020, dan menjadi yang tertinggi.