Angkatan Laut Singapura Bakal Luncurkan Kapal Tak Berawak Terbaru

Angkatan Laut Singapura Bakal Luncurkan Kapal Tak Berawak Terbaru
Letnan Kolonel Desmond Ng (kiri), Ms Tan Shu Jun (tengah) dan Mr Bay Zi Jing (kanan) berdiri di samping Unmanned Surface Vessel

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Angkatan Laut Singapura tidak lama lagi akan mengerahkan kapal tak berawak untuk melakukan patroli maritim. Kehadiran kapal tak berawak ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Dr. Ng Eng Hen pada hari Senin (1/3/2021).

Maritime Security Unmanned Surface Vessels (MARSEC USVs), atau kapal tak berawak ini disebut segera melakukan uji coba dan dilengkapi dengan beragam sistem buatan dalam negeri.

"MARSEC USV milik Angkatan Laut Singapura akan menyelesaikan uji coba tahun ini. Dilengkapi dengan sistem deteksi & penghindaran tabrakan yang dikembangkan secara lokal, USV yang sepenuhnya otonom ini akan melengkapi kapal berawak untuk keamanan maritim," ungkap Kementerian Pertahanan Singapura, seperti dikutip dari Naval News.

Bersama dengan kapal berawak lainnya, MARSEC USV bertanggung jawab untuk memastikan keamanan Selat Singapura yang vital karena dilintasi sekitar 1.000 kapal setiap harinya. 

Menurut laporan Kementerian Pertahanan Singapura, kapal tak berawak ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan Defense Science & Technology Agency (DSTA) dan DSO National Laboratories.

Dikutip dari Naval News, kapal ini diproduksi oleh Lung Teh Shipbuilding Taiwan, sementara ST Engineering Singapura bertindak sebagai integrator sistem dan kontraktor utama.

Kemampuan kapal tak berawak singapura, MARSEC USV

Kapal tak berawak baru milik Angkatan Laut Singapura ini diharapkan dapat melakukan patroli sepanjang waktu, menyelidiki dan melarang kapal yang mencurigakan.

Beroperasi bersama kapal berawak lainnya, USV akan meningkatkan kemampuan angkatan laut untuk memantau dan menanggapi situasi di laut.

USV juga memungkinkan kapal perang yang lebih besar seperti Kapal Misi Littoral (LMV) untuk dikerahkan secara lebih strategis untuk misi lain dan pada jarak yang lebih jauh dari Singapura.

Kapal dapat dioperasikan oleh dua awak operasi, dibandingkan dengan LMV berawak yang membutuhkan awak pangkalan 23. 

Desain kapal yang berpusat pada Kontrol Misi Sistem Tak Berawak memungkinkan operator untuk dengan cepat merencanakan dan melaksanakan profil patroli.

Berikutnya, operator bisa langsung melacak kapal yang mencurigakan, memberi peringatan, interograsi, menyelidiki kapal di laut dari jarak jauh.

Kapal tak berawak ini memiliki panjang sekitar 16,9 meter dengan lebar sekita 5,2 meter. Secara umum tidak berukuran terlalu besar dengan bobot sekitar 30 ton. Dalam pelayarannya, kapal ini mampu melesat dengan kecepatan hingga 25 knots dan bertahan hingga 36 jam.

Sebagai kapal patroli, sejumlah kelengkapan telah tersedia, seperti lampu strobo dan sirene, Perangkat Akustik Jarak Jauh (LRAD), sistem senjata stabil 12,7mm dengan laser Dazzler, radal navigasi, serta GPS.