Angka Kematian Covid di Lampung Tinggi, Jokowi Perintahkan Menkes Segera Kirim Vaksin

Angka Kematian Covid di Lampung Tinggi, Jokowi Perintahkan Menkes Segera Kirim Vaksin
Presiden Jokowi bersama Menteri BUMN, Erick Tohir, dan Kapolri, Jenderal Sigit Sulistyo, saat meninjau vaksinasi pelajar di SMAN 2 Bandarlampung, Provinsi Lampung, Kamis (2/9/2021). (Senayanpost/Sadad)

LAMPUNG, SENAYANPOST.com - Dalam kunjungannya ke Provinsi Lampung, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, menyoroti angka kematian Covid-19 di Provinsi Lampung yang masih tinggi dan meminta Menteri Kesehatan (Menkes) untuk segera mengirim vaksin ke daerah ini.

“Hati-hati, angka kematian di Lampung di angka 7,5% tinggi sekali,” kata Presiden saat memberikan pengarahan kepada gubernur, bupati/walikota dan Forkopimda se-Lampung di Mahan Agung, yang juga digelar secara virtual.

Ia mengatakan, kasus konfirmasi Covid-19 di Lampung sempat mengalami kenaikan pada 26 Juli sebanyak 8.594 kasus, sementara pada 1 September sudah turun menjadi 3.588 kasus. Untuk itu, ia minta masyarakat dan penanggulangan Covid-19 untuk tidak lemah.

Dalam penanganan, Presiden juga meminta untuk masyarakat tidak lagi melakukan isolasi mandiri dirumah. Lebih baik cepat dialihkan ke isolasi terpusat yang tersedia di Lampung. 

Saat ini, di Provinsi Lampung sudah ada kapal isolasi apung yang sudah tersedia dengan kapasitas lebih dari 400 tempat tidur bagi pasien tanpa gejala. 

Tingginya angka kematian di Lampung, menurut Presiden, karena pertama terlalu banyak isolasi mandiri, sehingga terlambat waktu dibawa ke rumah sakit. Sehingga (penanganannya) bisa di pindah ke Isoter sehingga bisa ditangani.

Kemudian kedua, vaksinasi di Lampung masih rendah. Baru 13% untuk dosis pertama. Presiden menilai hal ini masih rendah sekali. 

“Saya sudah perintahkan Panglima, Kapolri, (Menteri) BUMN untuk bareng-bareng keroyok Lampung. Bahkan, Menteri BUMN juga asli Lampung Tengah. Kroyok semua (vaksin), saya perintahkan Menkes juga suplay vaksinnya,” ujar Presiden.

Untuk mendukung pasien yang menjalani isolasi terpusat Presiden juga minta harus disiapkan obat-obatannya. Bupati/Walikota juga diminta mengetahui update kondisi obat-obatan, cek stok oksigen.