HukumPeristiwa

Aneh, PN Makassar Vonis bebas Gembong Narkoba 3,5 Kg Sabu

MAKASSAR, SENAYANPOST.com – Syamsul Rijal alias Kijang (32), gembong narkoba pemilik sabu seberat 3,5 kilogram, tangkapan direktorat narkoba Polda Sulsel pada Mei 2018 lalu, dinyatakan tidak bersalah dan divonis bebas oleh majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa, 8 Januari 2019 lalu.

Putusan terhadap bandar narkoba asal Kabupaten Pinrang, Sulsel yang ditangkap di Pulau Nyamuk, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara oleh jajaran Polda Sulsel ini tertera dalam website resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Makassar.

Tertulis nomor perkara 1434/Pidsus/2019. Penuntut umum atas nama Andi Hariani Gali SH. Putusan tertanggal Selasa, 8 Januari 2019. Putusan bebas dari dakwaan karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan dakwaan pertama, kedua dan ketiga.

Sebelumnya, hingga berkas dinyatakan P21 oleh penyidik Direktorat Narkoba Polda Sulsel, tersangka dikenakan pasal 112, 114 UU No 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman pidana penjara penjara seumur hidup. Lalu tiba di pengadilan dengan tuntutan pidana penjara 6 tahun.

Sidang putusan yang berlangsung empat hari lalu itu luput dari pantauan awak media hingga akhirnya terungkap setelah penelusuran di website resmi PN Makassar.

Humas PN Makassar, Bambang SH yang dikonfirmasi via saluran telepon membenarkan soal vonis bebas itu. Namun dia belum sempat memberikan keterangan lebih detail karena sedang rapat.

“Iya benar ada vonis bebas itu seperti yang terlihat di website,” ujar Bambang.

Direktur Narkoba Polda Sulsel Kombes Polisi Hermawan yang dikonfirmasi saat ditemui di kegiatan pemusnahan sabu di Mapolrestabes Makassar, Selasa, (12/2/2019) menyayangkan vonis bebas tersebut.

“Kalau ada bandar bebas, yah disayangkan. Karena kita namanya memutuskan jaringan, kalau hanya menyerang pengedarnya tanpa bandarnya kan lucu,” kata Hermawan.

Menurut dia, terkait kasus bandar sabu si Kijang ini yang jadi DPO Polres Pinrang sejak April 2016 itu berhasil disentuh hingga bandar-bandarnya dan berhasil ditangkap di Pulau Nyamuk. Jadi semuanya berjalan normal.

Dari awal, semua ada bukti-buktinya, dilakukan gelar perkara yang melibatkan unsur lain seperti Bid Propam dan Paminal Polda Sulsel jadi bukan dari pihak direktorat narkoba sendiri yang menilai kasus kepemilikan 3,5 kilogram sabu ini layak dilanjutkan atau tidak. Dikenakan pasal 112 dan 114 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. Dan jaksa pun sudah maksimal.

“Jelasnya kalau putusan pengadilan itu haknya hakim, hak prerogatif dari hakim. Tidak tahu penilaian hakim itu dari mana. Yang jelas dari kita sudah cukup maksimal seperti yang disaksikan teman-teman wartawan. Artinya kita tidak main-main betul di kasus ini. Betul-betul kita lanjutkan seperti bukti-bukti yang sudah ada,” ujarnya.

Polisi masih melihat ada upaya lain yang dilakukan jaksa penuntut umum yakni kasasi terhadap putusan bebas itu.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close