Konsultasi Hukum

Ancaman Pidana Perselingkuhan Melalui Media Sosial

Assalamualaikum wr wb

Media sosial sebagai alat komunikasi saat ini dapat digunakan apa saja dari mulai komunikasi suara sampai dengan cara bertukar foto dan juga dapat melihat siapa yang diajak komunikasi dan juga dapat meliat dimana keberadaannya.

Dan saat ini komunikasi tidak aja sekedar menanyakan kabar, tetapi sudah banyak dimanfaatkan untuk tujuan lain, misalnya seorang perempuan dewasa yang beristri berkomunikasi dengan pria lain melalui telepon, WhatsApp, messenger, SMS, dan video call mengarah ke perselingkuhan dengan dibuktikan SMS, foto dan video lalu diketahui oleh suaminya.

Apakah seorang istri yang melakukan hubungan perselingkuhan dengan seorang pria, melalui telepon, WhatsApp, messenger, SMS, dan video call bisa dijerat dengan UU perzinahan? dan Apakah suami bisa melaporkan istrinya secara pidana?

Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Ibu Rani di Bandung

JAWAB

Terimakasih atas pertanyaan nya ibu Rani di Bandung

Sebelum menjawab pertanyaan saudara, terlebih dahulu kami uraian pengertian apa yang dimaksud dengan perzinahan (zinah) menurut undang-undang (KUHP), yakni perbuatan bersenggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan perkawinan (pernikahan) dan perbuatan seorang laki-laki yang terikat perkawinan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya, atau seorang perempuan yang terikat perkawinan dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya.

Dengan peristiwa yang diceritakan bila dihubungkan dengan pasal 284 KUHP perbuatan si istri tidak memenuhi unsur pasal tersebut yakni belum terjadi atau belum melakukan hubungan badan dengan demikian si suami bisa saja melapor tetapi tidak bisa menggunakan pasal 284 KUHP.

Perbuatan istrinya dengan pasangan yang tidak sah dapat melanggar norma kesusilaan yang hidup di dalam masyarakat, dimana akibat perbuatannya si suami, atau anak-anaknya dan keluarga harus menanggung kerugian yakni percecokan keluarga dan bahkan dapat mengarah perceraian.

Perbuatan melanggar kesusilaan diatur dalam Pasal 27 ayat (1) UU NO 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik ( UU ITE ) yang berbunyi: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Lalu apabila perbuatan tersebut dengan sengaja yang dapat menimulkan bagi orang lain diatur dalam Pasal 36 UU ITE yang berbunyi: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.

Dan terhadap istri dan pria lain atas perbuatannya dapat dikenakan Pasal 51 ayat (2) UU ITE, yakni dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Andaikan suami tetap akan melaporkan si istri yakni perbuatan perselingkuhan yang dilakukan dengan pria lain, maka sebaiknya mengumpulkan bukti bukti dokumen-dokumen yang di miliki dari percakapan telepon, SMS, WhatsApp (percakapan dan foto), messenger (percakapan dan foto) dan atau video yang dapat membuktikan melanggar kesusilaan dan menimbulkan kerugian (immateriil) bagi Suaminya yangg menimbulkan keretakan dalam rumah tangganya .

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Sherly Malinda SH /Advokat LKBH INTAN LAMPUNG

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close