Konsultasi Hukum

Ancaman Pidana, Berkerumun dan Melawan Petugas Covid-19

Pertanyaan :

Pemerintah sedang berusaha untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid 19) dengan berbagai langkah / kebijakan dilakukan dari mulai himbauan jangan berkerumun sampai pemaksaan berpergian dengan cara pembatasan kunjungan wilayah yang lebih dikenal dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Namun demikian ada beberapa warga masyarakat yang tetap aja membandel tetap berkerumun padahal sudah berkali kali diperingatkan petugas untuk bubar tetapi bukannya bubar malah melawan petugas dengan cara melempari dan menghujat dengan kata-kata yang tidak pantas.

Pertanyaannya, dapatkah warga masyarakat dikenai pidana sementara menurutnya berkerumuan /atau kumpul sering dilakukan dari dulu?

Terimakasih.

Sillvia/Jakarta.

Jawaban :

Masalah penyebaran Corona adalah masalah bersama, sehingga harus dihadapi bersama-sama, karena apabila penyebaran ini berkelanjutkan akan mengganggu semua sendi kehidupan social, baik ekonomi maupun keamanan.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melibatkan instansi-intstansi termasuk kepolisian yang bertugas untuk melakukan himbauan dan pencegahan terhadap warga masyarakat agar tidak berpergian, berkerumuan dan untuk dapat mengikuti himbauan pemerintah.

Bahwa terhadap warga yang membandel atau tidak mau/melawan petugas baik dari kepolisian maupun dari instansi lain yang bertugas atas dasar undang-undang, maka warga tersebut dapat diproses dengan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagai langkah penegakan hukum.

Bahkan bersamaan dengan penegakan hukum ini, kepolisian telah membekali anggotanya untuk membuarkan kerumuan mengeluarkan maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19). Mengatur lima jenis pengumpulan massa yang dapat dibubarkan ;

1. Pertemuan sosial, budaya, keagamaan, dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan, dan kegiatan lainnya yang sejenis.

2. Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga.

3. Kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan.

4. Unjuk rasa, pawai, dan karnaval.

5. Kegiatan lain yang menjadikan berkumpulnya massa.

Sementara bagi yang tidak mau mematuhi himbauan dari petugas atau pejabat untuk membubarkan diri bahkan sampai melawan kepada petugas maka dapat di jerat Pasal 212 KUHP, 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP, dimana pasal tersebut mengatur tentang kijahatan terhadap penguasa umum,karena tidak mau menuruti perintah atau permintaan petugas padahal di minta segera pergi tetapi tidak juga pergi, sebagai berikut :

Pasal 212 KUHP.

Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat tibu limaratus rupiah.

Pasal 216 KUHP

“Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Sembilan ribu rupiah

Pasal 218 KUHP

” Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Sembilan ribu rupiah

Demikian jawaban ini, semoga bermanfaat.

Raden Adi Suparman

LKBH Intan Bandarlampung

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close