Konsultasi Hukum

Ancaman Pidana bagi Penyebar Hoaks/Berita Bohong

Seiring Penyebaran virus corona, di media Sosial banyak berita berseliweran berita-berita yang tidak benar bahkan juga terdapat berita-berita yang tidak jelas sumbernya atau dengan kata lain yang disebarkan berita bohong /Hoaks

Pertanyaan: Undang-Undang apa saja yang dapat dikenakan terhadap pelaku pembuat berita dan penyebar berita bohong (Hoaks), dan berapa ancamannya.

Jawab:

Semenjak kasus virus corona merebak di Indonesia, sejumlah informasi tidak benar sumbernya mulai bertebaran lewat media social, setiap orang bisa dikenai pidana apabila menyebarkan informasi tidak benar tersebut. Namun demikian mengingat berita berita bohong tidak hanya pada timbulknya kasus virus corona untuk itu kami akan memberikan gambaran yang lebih luas tentang aturan berita bohong (hoaks) tidak saja merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektroniktetapi Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelum sampai keancaman pemidanaan terhadap orang-orang yang diduga melakukan tindak pidana, terlebih dahulu kami sampaikan apa yang di maksud istilah hoaks, karena dalam peraturan perundang-undangan tidak ditemukan istilah hoaks. Istilah ini setelah ditelusuri ada padanan makna sebagaimana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dimana istilah hoaks mengandung maksa berita bohong.

Selanjutnya untuk menjawab pertanyaan langsung saja kami uraikan ringkasan unsur yang termuat dalam pasal dan ancaman hukumannya yang memuat dan mengatur masalah berita bohong yang berlaku di Indonesia, diantaranya :

1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya pasal 27,28 dan 29 yang mengatur yang mengatur perbuatan yang dilarang ;
– Pasal 27 ayat 1 , berita bermuatan yang melanggar kesusilaan,pidana paling lama 6 tahun dana tau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah).
– Pasal 27 ayat 2, berita bermuatan perjudianpidana paling lama 6 tahun dana tau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah).
– Pasal 27 ayat 3, berita bermuatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik, pidana paling lama 4 tahun dana tau denda paling banyak Rp.750.000.000,- (Tujuh ratus limapuluh juta rupiahPasal 27 ayat 4, berita bermuatan pemerasan dan atau pengancaman, pidana paling lama 6 tahun dana tau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah).
– Pasal 28 ayat 2, berita bermuatan ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),pidana paling lama 6 tahun dana tau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah).
– Pasal 29 berita yang bermuatan berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi., pidana paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp.750.000.000,- (Tujuh ratus limapuluh juta rupiah)

2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang dimuat dalam pasal 390 KUHP dengan katagori perbuatan curang dengan menggunakan frasa dengan kata “meyiarkan berita bohong” dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan.
3. Undang-Undang No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, memuat mengenai berita bohong dalam pasal 14 dan 15 ;
– Pasal 14 ayat 1, berita bohong dengan sengaja yang membuat keonaran dikalangan rakyat dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 10 tahun.
– Pasal 14 ayat 2, berita bohong dimana si pelaku patut dapat menyangka berita yang disiarkan bohong yang membuat keonaran dikalangan rakyat dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 3 tahun.
– Pasal 15 , memuat kabar yang tidak pasti atau kabur, kabar yang berlebihan dan yang tidak lengkap, diancam pidana setinggi-tingginya 2 tahun.

Demikan jawaban ini semoga bermanfaat.

Supriyadi Adi/LKBH INTAN Bandarlampung

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close